Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktivitas Masyarakat Dibatasi, Kiriman Ekspres E-commerce Meroket

Semenjak diterapkannya kebijakan social distancing terjadi kenaikan aktivitas pengiriman ekspres yang mendukung belanja e-commerce masyarakat hingga 6 kali lipat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  20:28 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA - Semenjak diterapkannya imbauan social distancing dan work from home (WFH) aktivitas jasa pengiriman ekspres melalui e-commerce disebut meningkat.

CEO Powercommerce Asia Hadi Kuncoro menuturkan semenjak diterapkannya kebijakan social distancing terjadi kenaikan aktivitas pengiriman ekspres yang mendukung belanja e-commerce masyarakat hingga 6 kali lipat.

"Dengan pola penyebaran pengiriman DKI Jakarta tumbuh 353 persen dan secara nasional terjadi pertumbuhan 347 persen dan Jabodetabek menjadi penyumbang utama dengan kontribusi hingga 49,1 persen," jelasnya kepada Bisnis, Minggu (22/3/2020).

Dia melanjutkan saat ini yang menjadi isu yakni keberadaan suplai karena banyak pabrik yang kehabisan raw material, sehingga proses replanishment produksi memerlukan waktu tambahan.

Dengan pemberlakuan pembatasan pergerakan manusia maka secara otomatis manusia akan lebih aktif mencari solusi yang memungkinkan teknologi untuk membantu dalam tugas sehari-hari seperti berbelanja atau bekerja jarak jauh dari rumah.

Untuk berbelanja bagi sebagian konsumen ini mungkin merupakan perilaku yang sama sekali baru, seperti berbelanja bahan makanan atau obat-obatan secara online untuk pertama kali.

Awalnya, masyarakat konsumen menggunakan teknologi untuk mencari informasi dan berita dari isu yang beredar mengenai virus corona.

Namun, hal ini menjadi jembatan atau katalis percepatan dari adopsi penggunaan digital dan teknologi secara lebih luas termasuk cara berbelanja menggunakan online atau e-commerce.

Secara umum, belanja online baik di marketplace e-commerce atau website commerce hingga social media commerce dan reseller platform mengalami peningkatan dari sejak Februari dan melonjak setelah Presiden mengumumkan pasien pertama virus corona di tanggal 4 Maret 2020.

Dalam pertumbuhan mendadak berdasarkan kategori produk terbagi menjadi 4 kelompok, yakni terkait dengan kesehatan dan perlindungan diri, kebutuhan rumah tangga dan dapur, produk entertainment dan kebugaran, serta kategori terkait ibadah.

Tantangan rantai pasok, jelas Hadi, menjadi perhatian utama dengan lonjakan di beberapa kategori produk ini. Maka, strategi dan perencanaan serta eksekusi rantai pasok semakin tertantang menerapkan manajemen logistik bencana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa pengiriman Virus Corona ecommerce
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top