Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tugas KPP Pratama Diubah, Target Ekstensifikasi Masih Dihitung

Pasca perubahan fungsi dan tugas KPP Pratama, DJP mengaku belum diketahui berapa besaran potensi penerimaan pajak serta penambahan jumlah WP dari ekstensifikasi yang dilakukan berbasis kewilayahan ini. 
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  17:21 WIB
Tugas KPP Pratama Diubah, Target Ekstensifikasi Masih Dihitung
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA–Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih berhitung seberapa besar potensi penerimaan pajak dari perombakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan ekstensifikasi yang digenjot lewat perombakan tersebut.

Seperti diketahui, DJP resmi mengubah tugas dan fungsi KPP Pratama dan per Maret ini bakal terdapat tiga seksi yang menjalankan fungsi ekstensifikasi secara kewilayahan yakni Seksi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon) III, Seksi Waskon IV, dan Seksi Ekstensifikasi. Sebelum perombakan ini, ekstensifikasi hanya dilakukan oleh Seksi Ekstensifikasi.

"Kita bakal memiliki 3 seksi untuk lebih melakukan ekstensifikasi. Ini akan kita evaluasi satu bulan dua bulan ke depan dan kita hitung potensi penerimaan dari masing-masing wilayah seperti apa," kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo, Senin (2/3/2020).

Oleh karena itu, masih belum diketahui berapa besaran potensi penerimaan pajak serta penambahan jumlah WP dari ekstensifikasi yang dilakukan berbasis kewilayahan ini. 

Sebagai perbandingan, penerimaan pajak hasil extra effort ekstensifikasi pada 2018 mencapai Rp27,11triliun dengan jumlah WP baru hasil ekstensifikasi mencapai 1,04 juta. Pada 2019, pihak DJP pernah menyebut penerimaan pajak hasil ekstensifikasi tumbuh tipis ke angka Rp28 triliun.

Senada, Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian DJP Angin Prayitno Aji juga menyatakan bahwa potensi tersebut masih dihitung.  Namun, kerja account representative (AR) dipastikan akan diubah, termasuk target kinerjanya. 

Key Performance Indicator (KPI) dari masing-masing AR nantinya akan turut dinilai seberapa mampu AR mencari data aktivitas perekonomian di suatu wilayah dan bagaimana AR tersebut mampu mengeksekusi data tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak djp
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top