Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Oleokimia Butuh Kepastian Penurunan Harga Gas

Penurunan harga gas industri dapat meningkatkan utilitas pabrikan dan menggenjot performa ekspor oleokimia nasional.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  23:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom menilai dalam mendorong industri oleokimia membutuhkan skema penurunan harga gas industri seperti yang telah dijanjikan pemerintah menjadi US$6 mmbtu.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan pada industri hilir sawit ini komponen harga energi menjadi yang utama. Jika realisasi harga gas industri sebesar satu digit itu terjadi, maka pertumbuhan dipastikan akan lebih baik dari tahun lalu.

"Di KEK Seimangke itu gas dari hulu di Arun harganya sudah US$5 mmbtu, jadi di hilirnya masih sekitar US$12 mmbtu. Mungkin untuk harga rerata nasional di single digit bisa tetapi kepastian untuk mendekati [US$6 mmbtu] sulit. Pemerintah jpun uga belum memberikan kepastian instrumen untuk mendukung harga gas itu," katanya, Jumat (21/2/2020).

Andry  mengatakan untuk alternatif impor gas, justru akan berbahaya. Pasalnya, kebutuhan gas belum diketahui secara pasti. Belum lagi rencana penambahan tambang gas pada 2021 atau 2022 yang akan menambah pasokan di Tanah Air.

Di sisi lain, dalam mendorong industri oleokimia tahun ini,  ketersediaan sawit dalam negeri untuk produksi atau yang tidak diekspor secara mentah juga harus diperhatikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Gas oleokimia
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top