Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fed Minutes Sinyalkan Suku Bunga Masih akan Ditahan

Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga acuan selama berbulan-bulan ke depan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  08:08 WIB
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. -  REUTERS / Yuri Gripas
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga acuan selama berbulan-bulan ke depan.

Sinyal tersebut diperlihatkan di tengah kekhawatiran terkait target inflasi mereka, potensi ruang untuk meningkatkan lapangan kerja lebih lanjut, serta risiko yang timbul akibat virus corona (Covid-19) dan perdagangan.

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Fed minutes) 28-29 Januari 2020, yang dirilis Rabu (19/2/2020) di Washington, menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan kemungkinan mendukung target inflasi yang sedikit melampaui 2 persen.

Hal ini menunjukkan sedikit kebutuhan untuk mencegah kenaikan harga. Terlebih lagi, guncangan baru seperti virus corona cenderung akan menjaga harga tetap lemah karena lesunya permintaan global.

“Beberapa peserta mengindikasikan bahwa inflasi yang sedikit melebihi target 2 persen untuk suatu periode akan konsisten dengan pencapaian tujuan inflasi jangka panjang komite,” menurut risalah tersebut, seperti dilansir Bloomberg.

Para pembuat kebijakan The Fed telah gagal mencapai target inflasi mereka secara berkelanjutan sejak target tersebut diumumkan pada tahun 2012.

Bank of Amerika Corp. memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan (fed funds rate) di kisaran saat ini 1,5 persen – 1,75 persen hingga tahun 2021.

“Namun, sebagian besar peserta berpikir bahwa langkah pemangkasan yang mereka lakukan tahun lalu akan menempatkan ekonomi di tempat di mana inflasi akan meningkat lagi,” ujar Joseph Song, ekonom senior di Bank of America, New York.

Sementara itu, para pedagang mempertahankan ekspektasi bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini.

Ekonomi AS sendiri memulai tahun 2020 dengan dasar yang kokoh. Angka payroll bertambah 225.000 pada Januari, tingkat pengangguran masih di kisaran level terendahnya dalam setengah abad, sementara pendapatan rata-rata per jam naik 3,1 persen dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, wabah virus corona yang telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa di China, pusat penyebaran virus ini, menimbulkan keraguan tentang pertumbuhan global termasuk kemungkinan penyebaran yang akan mempengaruhi AS.

Dalam testimoninya di depan Kongres AS pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan "masih tidak pasti untuk berspekulasi" tentang bagaimana wabah itu akan berdampak pada ekonomi atau apakah dapat memunculkan "perubahan material" pada prospek ekonomi. Meski demikian, Powell mengakui dampak wabah virus ini pada China akan "substansial".

The Fed mengandalkan konsumsi rumah tangga, dibantu oleh suku bunga yang rendah, untuk mempertahankan pertumbuhan dan membantu mengangkat inflasi kembali ke target 2 persen.

Para pembuat kebijakan pada umumnya melihat pengeluaran konsumsi cenderung tetap pada pijakan yang kuat, "didukung oleh kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, peningkatan pendapatan, dan neraca rumah tangga yang sehat".

Di sisi lain, risalah rapat The Fed itu juga menunjukkan para pembuat kebijakan bergulat dengan berbagai isu seperti bagaimana menyesuaikan kebijakan untuk melawan risiko stabilitas keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed the fed
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top