Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penertiban ODOL Turunkan Daya Saing

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum dalam Kemasan Rachmat Hidayat menuturkan kebijakan dalam menertibkan ODOL akan berdampak terhadap peningkatan biaya logistik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  21:50 WIB
Penertiban ODOL Turunkan Daya Saing
Truk pengangkut logistik parkir di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Air Minum dalam Kemasan menyampaikan  bahwa meningkatnya biaya produksi dan penjualan akibat penertiban angkutan over dimension over load (ODOL) juga bisa berdampak kepada turunnya daya saing industri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum dalam Kemasan Rachmat Hidayat menuturkan kebijakan dalam menertibkan ODOL akan berdampak terhadap peningkatan biaya logistik.

Lantaran, pertama, sebutnya, pihaknya akan membutuhkan lebih banyak truk untuk melakukan pengiriman. Biaya per unit akan lebih besar dan waktu pengiriman lebih panjang. Kondisi tersebut mendorong beban pergerakan yang lebih besar berupa kemacetan.

"Kami masih berkomunikasi dengan pemerintah dan memberi masukan agar dibuat peta jalan yang menyeluruh untuk mencapai penurunan odol ini," jelasnya, Rabu (12/2/2020).

Dia menekankan banyak pemangku kepentingan yang bertabggung jawab atas kebijakan ini.

"Saat ini kami sedang melakukan kajian menyeluruh meliputi aspek teknologi, ekonomi, lingkungan dan transportasi. Hasilnya nanyi akan menjadi masukan buat pemerintah," ujarnya.

Rachmat berharap kebijakan Zero ODOL ini tak dilakukan dalam suatu waktu dan meyakini pemerintah dapat bersikap bijaksana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum angkutan darat
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top