Waspada! Kinerja Industri Manufaktur Asal Jepang Di Indonesia Alami Penurunan

JETRO merilis hasil survei terbaru terkait Kondisi Bisnis Perusahaan Jepang di Asia dan Oceania. Hasilnya, sebanyak 55,8% menyatakan ketidakpuasan perusahaan Jepang dengan produktivitas tenaga kerja Indonesia bila dibandingkan dengan upah minimum yang dibayarkan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  17:52 WIB
Waspada! Kinerja Industri Manufaktur Asal Jepang Di Indonesia Alami Penurunan
Perakitan Mitsubishi Xpander di Pabrik Bekasi. - MITSUBISHI

Bisnis.com, JAKARTA — Japan External Trade Organization (JETRO) menilai industri manufaktur Jepang yang ada di Indonesia mulai mengalami pergeseran akibat penurunan penjualan.

Presiden Direktur JETRO Jakarta Office Keishi Suzuki mengatakan untuk manufaktur unggulan negaranya yakni otomotif saat ini terjadi penurunan penjualan yang dulu bisa mencapai 2 juta unit saat ini hanya sekitar separuh atau 1 jutaan saja.

"Otomotif kami masih berharap ada pemulihan penjualan dibarengi dengan pertumbuhan manufaktur lain seperti Farmasi yang masih ditunggi dan diharapkan bertumbuh," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (11/2/2020).

Suzuki juga menilai sektor pembangkit listrik, properti dan non-manufacturing lainnya masih akan berjalan baik dan meningkatkan kinerjanya di Tanah Air.

Dia mengemukakan per tahun lalu investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 4,3 miliar. Angka tersebut menjadikan Jepang menjadi investor ketiga terbesar di tanah air.

"Ini berkaitan dengan tenaga kerja di Indonesia dan untuk manufaktur saat ini semakin sulit karena kenaikan upah di Indonesia menjadi masalah sehingga investasi di non manufaktur bertambah," ujarnya.

Sebelumnya, JETRO merilis hasil survei terbaru terkait Kondisi Bisnis Perusahaan Jepang di Asia dan Oceania.

Hasilnya, sebanyak 55,8% menyatakan ketidakpuasan perusahaan Jepang dengan produktivitas tenaga kerja Indonesia bila dibandingkan dengan upah minimum yang dibayarkan.

Tingkat ketidakpuasan tersebut jauh lebih tinggi dari rerata negara-negara Asia Tenggara yang hanya 30,6%. Bahkan tingkat ketidakpuasan Kamboja masih di atas Indonesia dengan 54,6%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, manufaktur

Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top