Serap Potensi Pasar UKM, JNE Buka Gudang Baru di Denpasar

JNE berharap gudang yang baru di Denpasar bisa mempermudah proses pengiriman paket, khususnya bagi para pelaku UKM.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  14:32 WIB
Serap Potensi Pasar UKM, JNE Buka Gudang Baru di Denpasar
Pekerja membungkus paket di Kantor Cabang Utama PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) terus mengembangkan jangkauan layanannya dengan membuka gudang baru di Denpasar, Bali seluas 3.224 meter persegi.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi menuturkan pengembangan gudang tersebut merupakan salah satu upaya perusahaan untuk terus meningkatkan layanan.

“JNE akan terus meningkatkan pelayanan prima untuk pelanggan dengan menyiapkan gudang yang mampu mengelola lebih dari 1 juta paket perbulan," ujarnya Selasa (11/2/2020).

Lokasi titik layanan dan gudang baru seluas 3.224 meter persegi yang baru diresmikan itu berlokasi di Jalan Danau Poso No. 1A Sanur.

Selain menambah jaringan JNE di pulau Dewata yang kini berjumlah lebih dari 100 titik layanan, Feriadi menyatakan pembangunan infrastruktur itu juga akan memperbesar kemampuan JNE Denpasar dalam menyerap tenaga kerja.

Adapun, saat ini JNE Denpasar memiliki kurang lebih 1.000 karyawan di seluruh pulau Bali. Dia mengharapkan kehadiran infrastruktur ini semakin memudahkan pelanggan, sehingga kebutuhan masyarakat akan pengiriman paket dapat terpenuhi terutama para UKM.

Pimpinan Cabang JNE Denpasar Alit Septiniwati mengatakan saat ini Provinsi Bali memiliki potensi besar baik dari industri kerajinan, pakaian maupun makanan.

"Hal ini yang menjadikan tantangan kami saling bersinergi dengan masyarakat guna sama-sama memajukan perekonomian terutama para UMKM," ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kumulatif ekspor barang Provinsi Bali periode Januari-November 2019 yang tercatat sebesar US$545,8 juta naik 1,10 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut menjadi dasar JNE Denpasar berencana menjadikan gudang yang baru diresmikan ini untuk menangani layanan e-fulfillment logistic.

Fasilitas tersebut adalah sebuah layanan terpadu mulai dari sistem pasokan produk, pengemasan, pergudangan hingga pengiriman barang. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para UMKM dalam memasarkan produknya baik dalam negeri maupun ke kancah internasional.

Alit menyadari bahwa perkembangan ekonomi digital sangat berdampak positif terhadap bidang pengiriman ekspres karena perpindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan logistik yang efisien dan ketepatan waktu.

JNE berdiri pada 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah, jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, jne, denpasar

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top