PUPR: Proyek Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Rampung Akhir 2020

Pemerintah kebut pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin. Diprediksi pekerjaan jembatan sepanjang 850 meter ini rampung pada akhir tahun ini.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  21:16 WIB
PUPR: Proyek Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Rampung Akhir 2020
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dukungan penuh pemerintah daerah dalam pembebasan lahan membuat pekerjaan jembatan tersebut ditargetkan bisa rampung selesai lebih cepat dari rencana awal.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan jalan nasional dan jembatan diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet, dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (9/2/2020).

Pembangunan jembatan Sei Alalak diprediksi rampung pada akhir tahun ini atau lebih cepat dari rencana awal yaitu pada Maret 2021.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo mengatakan bahwa saat ini progres konstruksinya telah memasuki tahap pengecoran pilon yang akan dilanjutkan dengan pembangunan bentang utama sepanjang 300 meter.

"Pembangunan Jembatan Sei Alalak dapat dipercepat karena seluruh aspek konstruksi dapat dikerjakan dengan lancar, terutama pembebasan lahan di sisi Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala. Pembebasan lahan sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala," jelasnya.

Adapun, pekerjaan pembangunan jembatan yang memiliki lebar 20 meter dan panjang total mencapai 850 meter ini mengunakan dana yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp278 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Pandji (KSO) dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Sementara itu, jembatan Sei Alalak didesain agar dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton atau lebih kuat dari struktur jembatan sebelumnya. Diperhitungkan pula kekuatan konstruksi jembatan ini dapat menahan gempa dan masa layan hingga 100 tahun.

Jembatan Sei Alalak juga menjadi jembatan pertama di Indonesia yang menggunakan cable-stayed dan struktur lengkung sebagai rancangan bentang utamanya. 

Jika sudah berdiri, jembatan ini akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama penghubung Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi ikon baru Kota Banjarmasin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan, proyek infrastruktur, Kementerian PUPR

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top