Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Usulan REI Agar Investasi Asing Sektor Properti Tumbuh

Pelaku usaha properti turut mendukung langkah yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan rencana penerbitan Undang-Undang Omnibus Law.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  16:40 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pada 2019, realisasi investasi asing yang di sektor properti yang masuk ke Indonesia sempat mengalami penurunan. Untuk menggairahkan kembali investasi di sektor tersebut, asosiasi pengembang menyatakan perlu adanya dukungan dari pemerintah.

Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa saat ini masih ada banyak hal yang perlu dibenahi oleh pemerintah untuk membuat pasar properti Indonesia menarik di mata investor asing.

Dia menyatakan bahwa para pelaku usaha properti sebenarnya turut mendukung langkah yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan rencana penerbitan Undang-Undang Omnibus Law.

Selain omnibus law, kebijakan lain yang diharapkan bisa segera diterbitkan oleh pemerintah ialah penyederhanaan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di daerah.

"Kalau dengan rencana omnibus law kami yakin bisa memberantas kendala dari regulasi yang selama ini ada. Namun, IMB ini sangat lambat di tingkat Kabupaten/Kota, karena secara prinsip dari BKPM sendiri pelayanannya sudah sangat cepat, tetapi begitu urusan IMB bisa sampai setahun atau dua tahun," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (30/1/2020).

Di samping itu, RUU Omnibus Law sendiri beberapa kali mendapat penolakan, meskipun bukan dari sektor properti. Menurutnya, hal itu juga bisa menjadi salah satu hambatan karena seluruh aturan dalam RUU tersebut saling berkaitan. 

REI, imbuhnya, berharap agar RUU Omnibus Law bisa segera rampung dan segera diimplementasikan di bidang properti karena investor melihat potret ekonomi dan investasi Indonesia dari sisi makroekonomi, sehingga seluruh aturan harus terlebih dulu saling bersinergi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun ini REI bakal melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk mempromosikan dan mengajak pihak luar untuk berinvestasi di Indonesia.

Dari berbagai upaya promosi yang dilakukan, lanjutnya, REI optimistis pada tahun ini investasi asing bisa naik sekitar 20—30% jika dibandingkan angka pada 2019.

Sementara itu, data realisasi investasi kuartal IV/2019 yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang masuk ke Indonesia sepanjang 2019 mencapai US$2,88 miliar dengan jumlah 1.313 proyek.

Realisasi tersebut menurun jika dibandingkan angka pada 2018 yang nilainya tercatat mencapai US$4,30 miliar untuk 941 proyek. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti rei Realisasi Investasi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top