PUPR Lanjutkan Pembangunan Arena Gelaran PON XX Papua

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya terus menyelesaikan pembangunan empat arena olahraga dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Januari 2020  |  21:45 WIB
PUPR Lanjutkan Pembangunan Arena Gelaran PON XX Papua
Stadion Papua Bangkit di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. - Antara/Gusti Tanati

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya terus menyelesaikan pembangunan empat arena olahraga dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020.

Pembangunan arena olahraga dilakukan di Kabupaten Jayapura yakni arena Aquatic dan   Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, yang tengah meninjau pembangunan arena tersebut  menyebut seluruh progres fisik pembangunan empat arena yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 tersebut sudah di atas 70 persen dan ditargetkan dapat selesai satu atau dua bulan lebih cepat dari jadwal akhir waktu kontrak.

Hingga 19 Januari 2020, pembangunan fisik arena aquatic mencapai 78,2 persen dan ditargetkan selesai Juli 2020. Progres pembangunannya lebih cepat dari target semula sebesar 60,9 persen.

Saat ini, masih dilakukan pengerjaan fisik berupa erection catwalk, finishing kolom, atap space frame, bangunan kolam tanding, serta kolam diving. Adapun, venue Aquatic Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401 miliar.

Sementara itu, pembangunan Istora Papua Bangkit mencapai 74,01 persen atau lebih cepat dari jadwal sebesar 62,8 persen. Venue tersebut dibangun dengan dana sebesar Rp257,5 miliar oleh kontraktor PT PP (Persero) dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar.

Selanjutnya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey, baik indoor maupun outdoor telah mencapai 74,7 persen, atau lebih cepat dari rencana awal sebesar 68,2 persen. Pengerjaannya sendiri ditargetkan rampung pada Juni 2020. 

Kemudian, saat ini juga tengah dikerjakan instalasi atap tribun tribun dan lantai dua pada lapangan indoor, finishing pengerjaan rangka atap baja, lapangan, dan jalan arena Cricket. Total biaya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey sebesar Rp277 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp4,9 miliar.

"Selain empat venue tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan seperti Kampung Harapan seluas 32 hektare. Di lokasi tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung PON XX diantaranya wisma atlet, kawasan komersial (mal), lapangan latihan atau pemanasan, zona aman stadion, area parkir, toilet, dan pinang room," ungkap Muhadjir, melalui siaran pers, Sabtu (25/1/2020).

Di kompleks tersebut juga tengah dibangun Stadion Utama Papua Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux.

Progres pembangunannya dalam tahap penentuan pemenang lelang pekerjaan fisik. Namun, untuk konsultan pembangunan telah terpilih yakni PT Virama Karya (Persero) pada 23 Desember 2019 dengan anggaran Rp3,81 miliar.

Sementara untuk kawasan Doyo Baru akan dibangun kantor, sekolah, utilitas, wisma putri dan putra, lapangan tenis, basket, gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (setelah pelaksanaan PON XX). 

Saat ini progres pembangunannya mencapai 2,04 persen oleh kontraktor pelaksana PT Cahaya Bina Karya sejak kontrak per 4 Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp64,9 miliar serta konsultan MK oleh PT Ciriajasa Engineering Consultant per 20 Desember 2019 dengan biaya sebesar Rp2,45 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, PON 2020

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top