Proses Pembangunan Bandara di Kediri Dimulai, Ini Lokasinya

Pembangunan bandara di Kediri diharapkan meningkatkan konektivitas daerah, membuka kesempatan kerja dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  17:00 WIB
Proses Pembangunan Bandara di Kediri Dimulai, Ini Lokasinya
Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Mayor Inf. Bagja Sirait dan sejumlah Forkopimda Kabupaten Kediri saat menemui warga di SKB Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020). Pemerintah pusat menegaskan untuk penyelesaian pemberian ganti untung pada warga guna pembangunan bandar udara yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 2020. ANTARA - Asmaul Chusna

Bisnis.com, KEDIRI - Proses pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat ini sudah dimulai dengan pengerukan tanah untuk jalan menuju lokasi bandara.

Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Mayor Inf. Bagja Sirait menyatakan alat berat sudah mulai bekerja dengan tahap awal pengerukan jalan.

"Proses pembangunan saat ini sudah dimulai. Alat berat yang masuk sudah beroperasi diawali di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan dan akan dilanjutkan ke lokasi atau desa yang lain," katanya seperti dikutip Antara, Jumat (24/1/2020). 

Dia juga berharap dengan dibangunnya bandar udara tersebut dapat meningkatkan konektivitas daerah, membuka kesempatan kerja dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kediri.

Rencananya, bandara tersebut juga akan disiapkan untuk keperluan ibadah haji. Warga yang menyerahkan tanahnya untuk pembangunan bandara juga akan mendapatkan manfaat. Ke depan, multiplier effect juga untuk pembangunan Kediri, baik secara ekonomi termasuk untuk menambah tenaga kerja.

"Kemudian ini akan memberi multiplier5 effect untuk pembangunan Kediri, ekonominya. Rekan-rekan akan banyak tenaga kerja baru, buat anak-anak. Kalau Kediri maju yang makmur pasti keluarga di Kediri," ujarnya.

Dia juga meminta agar warga tidak lagi terpengaruh oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Provokasi tersebut justru menjadikan sebuah daerah tidak maju.

Dia juga menambahkan, pemerintah juga sudah sosialisasi dan memberikan solusi bagi warga kurang mampu sesuai dengan database desa dan dinas sosial, di antaranya menyediakan lahan untuk dibeli warga kurang mampu yang lahan rumahnya belum ditransaksikan untuk dijadikan pemukiman baru.

Harga maksimal sama dengan harga jual tanah dan luasan maksimal 150 meter persegi. Lokasi pemukiman baru itu di Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri yang disebut tanjung baru. Lokasi pengganti juga dilengkapi dengan fasilitas jalan, drainase, pos kamling, sumur, hingga sambungan listrik.

Untuk groundbreaking atau peletakan batu pertama, paparnya, diselenggarakan pada April 2020. Untuk saat ini, pemerintah juga masih terus dalam proses penyelesaian ganti untung untuk lahan warga.

Total lahan hingga 16 Januari 2020 adalah 376,57 hektare. Lahan yang masih belum dibebaskan 5,88 hektare yang terdiri dari lahan kosong dan ada bangunan. Sedangkan, yang sudah dibebaskan adalah 370,69 hektare. Sehingga, lahan yang sudah dibebaskan hingga 16 Januari 2020 sudah ada 98,44 persen.

Dalam rapat tersebut digelar SKB Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Selain dihadiri Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, juga Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana, Kepala BPN Kabupaten Kediri Andreas Mulyadi, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Putut Tri Sunarko, dan berbagai tamu undangan lainnya, termasuk pemilik tanah yang belum dibebaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara, kediri, gudang garam

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top