Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Kapal Asing, Menteri Edhy Curhat Lemahnya Persenjataan KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo curhat soal lemahnya persenjataan yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat menghadapi kapal asing pencuri ikan. Akibatnya, penenggelaman gagal dilakukan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  11:50 WIB
Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatra Utara, Sabtu (1/4). - Antara/Septianda Perdana
Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatra Utara, Sabtu (1/4). - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo curhat soal lemahnya persenjataan yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat menghadapi kapal asing pencuri ikan. Akibatnya, penenggelaman gagal dilakukan.

Edhy bercerita, KKP saat ingin menenggelamkan kapal pencuri ikan asal Vietnam yang mencoba kabur dari Natuna pada 30 Desember 2019 lalu. Adapun kala itu, katanya, terjadi pertempuran sengit antara Kapal Pengawas milik KKP yang terdiri dari KP Orca 3, KP Hiu Macan 01, dan KP Hiu 011, dengan kapal asal Vietnam tersebut.

"Kemarin kami mau tenggelamkan, tapi alatnya enggak ada, ya terpaksa kami kejar. Kami mau pakai granat, enggak ada granat. Yang ada cuma senjata laras panjang, ditembak berapa kali, kapalnya kebal," ujarnya saat bertemu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Edhy mengisahkan pergulatan ini berawal pada 26 Desember 2019. Kala itu KKP mendapat berita di media sosial bahwa ada kapal asing yang masuk ke wilayah Natuna. 

Satu hari setelahnya, tepatnya pada malam tanggal 27  Desember 2019, Edhy mengaku langsung memerintahkan anak buahnya bergerak ke wilayah tersebut. 

Semua alat yang bisa memancarkan sinyal keberadaan kapal KKP pun dimatikan agar tidak terdeteksi kapal asing itu. Alhasil, ditemukan enam kapal berbendera Vietnam.

Sayangnya, tiga dari enam kapal tersebut berhasil kabur, sementara tiga lainnya melawan. Adapun jumlah total awak kapal asing tersebut sebanyak 36 orang. 

Kapal pengawas milik KKP dilempari jaring dan ditabrak. Namun akhirnya, semuanya bisa dibekuk dan kapal asing itu digiring ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak untuk dilakukan proses hukum. 

"Yang saya takutkan mereka melawan tanpa senjata, besok mereka datang pakai senjata berat. Ini yang harus kita hadapi," sebut. 

Kendati demikian, Edhy menyebut saat ini  sinergitas untuk menjaga laut dengan kementerian dan lembaga lain berjalan dengan baik dan kompak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal edhy prabowo
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top