Sepanjang 2019, 2 PLTU Anyar Beroperasi di Kalimantan Barat

Sepanjang tahun lalu, Kalimantan Barat mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan total kapasitas 70 megawatt (MW).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  13:25 WIB
Sepanjang 2019, 2 PLTU Anyar Beroperasi di Kalimantan Barat
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang tahun lalu, Kalimantan Barat mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru dengan total kapasitas 70 megawatt (MW).

Dua pembangkit yang mulai beroperasi tersebut, yaitu PLTU Parit Baru Site Bengkayang unit 2 2x50 MW pada Juli dan PLTU IPP Ketapang 2x6 MW pada Agustus. Pengoperasian dua pembangkit tersebut sekaligus mendukung peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.

Adapun hingga Desember 2019, daya mampu sistem kelistrikan Khatulistiwa sebesar 515 MW dengan beban puncak mencapai 338,2 MW. Dengan demikian, terdapat daya cadangan sebesar kurang lebih 176,8 MW yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan investasi dan pariwisata di Kalbar, khususnya di Pontianak dan sekitarnya.

Sementara itu, untuk sistem kelistrikan Sukaharja (Ketapang), daya tambahan yang dihasilkan dari PLTU IPP Ketapang 2x6 MW dapat menstabilkan pasokan daya listrik di Tanah Kayong.

Dari sisi transmisi, sepanjang 147 kilometer sirkuit (kms) saluran udara tegangan tinggi (SUTT) berhasil terbentang, yaitu SUTT 150 kV jalur Ketapang-Sukadana. Transmisi ini memiliki 213 tapak tower yang melintasi Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara di 4 kecamatan serta 13 desa.

Terdapat juga 8 gardu induk (GI) dengan daya 390 MVA yang berhasil diselesaikan di tahun ini, yaitu GI Sekadau 30 MVA, GI Ketapang 60 MVA, GI Sanggau 30 MVA, GI Sintang 60 MVA, GI Sukadana 30 MVA, GI Kota Baru Uprating 60 MVA, GI Mempawah Uprating 60 MVA, GI PLTU PBSB 30 MVA, dan GI Kendawangan.

General Manager PLN UIP Kalbagbar Rachmad Lubis menyebutkan bahwa pencapaian pembangunan 2019 tidak tidak terlepas dari kontribusi aktif dan dukungan dari para pemimpin maupun masyarakat daerah. Pada tahun ini, pengerjaan sistem kelistrikan yang akan memperkuat keandalan listrik akan terus dilakukan.

PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP Kalbagbar) menargetkan akan menyelesaikan jaringan transmisi dan GI di wilayah selatan Kalimantan Barat pada tahun ini.

Adapun jaringan transmisi tersebut, yakni SUTT 150 kV Ketapang-Kendawangan dan Sukadana-Sandai. Sementara itu, wilayah utara Kalbar ditargetkan penyelesaian pembangunan SUTT 150 kV Tayan-Sanggau, Sanggau-Sekadau, dan Sekadau-Sintang.

"Tugas kami di tahun 2020 ini cukup menantang dan kami harap doa dan dukungan dari semua elemen masyarakat tetap karena tugas kami untuk membangun kelistrikan di Kalbar masih cukup panjang," katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (8/1/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, pltu

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top