Singapura Butuh 4 Tahun untuk Serap Kelebihan Pasok Residensial

Kelebihan pasok rumah kali ini memicu pengembang untuk meminta aga pemerintah melonggarkan sejumlah aturan properti.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  07:09 WIB
Singapura Butuh 4 Tahun untuk Serap Kelebihan Pasok Residensial
Pemandangan apartemen di Singapura. - REUTERS/Kevin Lam

Bisnis.com, JAKARTA — Singapura kini mengalami banjir pasok properti. Kondisi ini dinilai akan memerlukan waktu panjang untuk diselesaikan dan mengancam harga rumah-rumah baru, ditambah dengan outlook perekonomian yang masih mengalami ketidakpastian.

Hingga akhir September lalu, Urban Development Authority mencatat Negeri Singa itu memiliki kelebihan 31.984 unit. Padahal, rata-rata penjualannya hanya 2.500 rumah per kuartal sepanjang 2019. Adapun, pada laju tersebut, masih perlu waktu sekitar 4 tahun untuk menyerap kelebihan pasok.

Head of Research for Singapore and Southeast Asia di Cushman & Wakefield Plc. Christine Li mengatakan bahwa kelebihan pasok rumah kali ini memicu pengembang untuk meminta sejumlah aturan properti dilonggarkan.

Salah satu aturan yang diminta direlaksasi adalah pajak pemilikan rumah oleh orang asing yang saat ini mencapai 20 persen.

Selain itu, pengembang juga meminta agar pemerintah menambah waktu penjualan apartemen sebelum dikenakan pajak.

“Kelebihan pasok ini mengancam harga tidak bisa naik, bahkan turun,” kata Li, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (9/12/2019).

Selain itu, Head of Research Orange Tee Christine Sun menyebutkan bahwa ditambah dengan ketidakpastian outlook perekonomian, penjualan rumah di Singapura diperkirakan bisa menurun 5 persen—10 persen pada 2020.

“Harga properti masih bisa naik tahun depan [2020], tetapi akan terbatas hanya 1 persen—3 persen melihat perekonomian yang masih belum membaik sampai tahun depan,” ungkap Sun.

Kelebihan pasok rumah saat ini terlihat di kawasan The Florence Residence yang berjarak sekitar 30 menit dari pusat perbelanjaan Orchard Road. Saat ini, di kawasan tersebut hanya ada 38 persen dari 1.410 unit rumah yang terjual sejak diluncurkan pada Maret 2019.

Selain itu, tiga megaproyek lainnya yang jaraknya hanya 20 menit dari Orchard Road, jika disatukan ada sekitar 3.137 unit rumah yang belum terjual. Jika diakumulasikan secara keseluruhan dari sisi apartemen juga hanya 57 persen dari empat proyek apartemen besar di Singapura yang baru terjual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen, singapura

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top