Ini Cara Pemerintah Percepat Pengadaan Lahan Wilayah Timur

Secara umum terdapat tiga kendala dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia bagian timur.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  07:06 WIB
Ini Cara Pemerintah Percepat Pengadaan Lahan Wilayah Timur
Trans Papua - Istimewa-Kementerian PUPR

Bisnis.com, CIPUTAT — Pendekatan kepada masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur harus dilakukan dengan cara yang tepat, agar proses pengadaan lahan sebagai syarat pertama untuk memasuki proses konstruksi berjalan sesuai rencana.

Pelibatan tokoh masyarakat dan pendekatan lewat kearifan lokal menjadi langkah jitu memperlancar proses pengadaan lahan di sana.

Wakil Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo mengatakan bahwa secara umum terdapat tiga kendala dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia bagian timur.

"Kondisi geografis yang lebih berat, kemudian soal keamanan, dan ketiga soal pengadaan lahan. Semoga dengan evaluasi ke depan, masalah ini dapat tertangani," ujarnya kepada Bisnis seusai peresmian ruas tol Kunciran—Serpong di Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019).

Menurut Wempi, tingkat pemahaman masyarakat di luar wilayah Indonesia bagian timur lebih baik terhadap rencana pembangunan yang bermanfaat bagi mereka pada masa mendatang. Sedikit berbeda, pemerintah harus memiliki cara khusus untuk dalam menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur kepada masyarakat di sana.

Pendekatan umum seperti tawaran kompensasi berupa ganti rugi lahan biasanya menjadi kendala utama di kawasan perkotaan. Jika kompensasi sesuai dengan keinginan masyarakat, pembangunan dapat segera dilakukan.

"Berbeda dengan di daerah [wilayah Indonesia bagian timur], kita harus punya lobi atau strategi khusus kepada mereka untuk melakukan pembangunan. Pendekatan tidak terlalu sulit jika kita menggunakan [unsur] kearifan lokal," katanya.

Pelibatan tokoh masyarakat setempat, lanjutnya, sebagai negosiator dalam proses mediasi antara pemerintah dan masyarakat dinilainya cukup efektif dalam menyampaikan manfaat dan pentingnya pembangunan infastruktur di sana.

 "Cara komunikasi dan gaya bahasa [tokoh masyarakat setempat] bisa diterima oleh masyarakat sehingga pembangunan cepat terwujud," imbuhnya.

Selain itu, Wempi juga menambahkan bahwa konektivitas jalan menjadi kebutuhan yang paling mendesak di sana. Alasannya, keberadaan jalan mutlak diperlukan untuk mendukung proses distribusi bahan bangunan yang lebih murah daripada melalui jalur udara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembebasan lahan, wilayah Indonesia bagian timur

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top