Usaha Pengolahan Ikan Genjot Pasar Lokal

Pelaku usaha pengolahan ikan berupaya memaksimalkan pasar lokal dengan menyediakan produk siap masak dan siap makan.
Desynta Nuraini
Desynta Nuraini - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:17 WIB
Usaha Pengolahan Ikan Genjot Pasar Lokal
Ilustrasi - kkpnews

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha pengolahan ikan berupaya memaksimalkan pasar lokal dengan menyediakan produk siap masak dan siap makan.

Pada 2022 ditargetkan 10% komoditas ini diserap pasar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo mengatakan semisal produk patin fillet berbumbu diharapkan pada tiga tahun mendatang, ceruk pasar lokal tergarap 5.000 ton per tahun. 

"Untuk patin total per tahun itu 15.000 ton konsumsi fillet ikan, target kami bisa 5.000 ton per tahun," ujarnya saat ditanyai Bisnis di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Selasa (3/11/2019).

Dia menyebut AP5I ingin mengubah pola usaha dengan tidak hanya terfokus pada ekspor saja. Adapun porsi ekspor produk olahan ikan saat ini kata Budhi mencapai 99%. Hanya 1% yang disediakan untuk lokal. 

Padahal potensi lokal sangat besar dan kini dikuasai produk olahan impor. "Target saya dalam waktu 3 tahun, 2022, 10% masuk ke pasar lokal, mayoritas ready to cook," imbuhnya.

Selain patin, dia juga menargetkan porsi udang beku untuk pasar lokal dengan target serupa. Porsi udang beku untuk kebutuhan ekspor saat ini 200.000 ton per tahun. 

Ketersediaan produk ready to cook and ready to eat ini menurutnya sangat potensial di tengah zaman yang ingin serba cepat. Ibu rumah tangga khususnya di kota-kota besar dengan beragam kesibukannya pasti menginginkan adanya produk yang bisa langsung dimasak atau bahkan konsumsi untuk keluarga. 

Nyatanya pasar produk ready to cook kata Budhi tumbuh lebih dari 10% setiap tahunnya. Peluang ini harus dimanfaatkan. Kendati demikian, menurut Budhi dibutuhkan cara untuk mendelivernya kepada masyarakat yang ada di Indonesia. 

Persoapan ini harus dipecahkan. Budhi pun melihat solusinya bisa dihadirkan oleh para generasi muda pegiat startup di dunia perikanan. 

Dia menantang para anak muda yang penuh inovasi itu memanfaatkan teknologi dan keterbatasan waktu untuk mendistribusikan ikan dari tempat pengolahan ke end user dengan cara online. 

Saat ini menurut belum ada startup perikanan yang melakukannya. Mengingat perlu dipikirkan kembali bagaimana cara menjaga ikan dan udang tetap segar walau sudah dalam kemasan. "Ini PR (pekerjaan rumah) dan bisnis besar," tegasnya.

Budhi membayangkan adanya distribution center yang menjual produk melalui aplikasi dan menyalurkannya secara door to door.

Distribution Center dalam setiap kota besar hingga kecamatan yang memiliki cold storage mini, paling tidak punya kulkas beku yang bisa dipasang di motor untuk mengantarnya ke pemesan.

 Nantinya, lanjut Budhi, ibu rumah tangga tidak perlu lagi ke pasar,  hanya tinggal memesan, dia bisa mendapat ikan segar, bahkan ikan siap masak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikan patin, pengolahan ikan

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top