Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Buku Sekolah Rendah, Industri Grafika Melambat

Buku pelajaran sekolah dasar dan menengah menumpuk di gudang-gudang industri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 28 November 2019  |  10:45 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Persatuan Perusahaan Grafika (PPGI) menyatakan pertumbuhan produksi hingga akhir tahun ini maksimal hanya sebesar 3%. Pertumbuhan tersebut jauh melambat dari realisasi tahun lalu mencapai 10% secara tahunan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPGI Ahmad Mughira Nurhani mengatakan hal tersebut disebabkan oleh rendahnya serapan buku pelajaran. Alhasil, buku pelajaran sekolah dasar dan menengah menumpuk di gudang-gudang industri.

“Secara umum, pertumbuhan produksi turun cenderung stagnan. Serapan buku pendidikan tidak berjalan sesuai rencana. Stok buku di percetakan masih banyak,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Mughira mengatakan pendorong pertumbuhan tahun ini adalah adanya ajang pemilihan kursi eksekutif dan legislatif nasional. Menurutnya, penurunan serapan buku pelajaran dapat digantikan oleh ajang pemilihan umum (Pemilu) ada tahun ini.

“Jadi, secara penjualan tetap sama nilainya. Tahun depan ada harapan baru, ada pemilukada [Pemilihan Umum Kepala Daerah] pada 190 kabupaten,” katanya. 

Mughira berharap produksi buku akan kembali berakselesrasi pada tahun depan. Pasalnya, nilai tambah yang didapatkan lebih banyak lantaran ada proses lanjutan seperti penjilidan dan pelipatan.

Selain Pemilu, Mughira menyatakan pertumbuhan produksi pada tahun ini didorong oleh pertumbuhan penggunaan kemasan kertas oleh pelaku industri makanan dan minuman (mamin). Menurutnya, penggunaan kemasan kertas sepanjang Januari—Oktober terus meningkat sekitar 5% — 6% secara tahunan.

Menurutnya, utilitas industri grafika hingga Oktober 2019 berada di sekitar 60% atau mengolah 3 juta ton kertas. Dia optimistis produksi industri grafika pada tahun depan dapat meningkat berkat adanya penetapan kurikulum baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grafika
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top