Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Marak Kecelakaan Kapal Jelang Natal, Ini Kekhawatiran Namarin

Direktur Namarin Jakarta Siswanto Rusdi menilai maraknya kecelakaan kapal memberi sinyal penanganan dan uji kelaikan kapal oleh pemerintah masih belum dilaksanakan dengan serius.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 27 November 2019  |  06:40 WIB
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Antara
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - National Maritime Institute Jakarta mengkhawatirkan maraknya kecelakaan kapal yang terjadi belakangan ini berimbas ke angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Direktur National Maritime Institute (Namarin) Jakarta Siswanto Rusdi menilai maraknya kecelakaan kapal memberi sinyal penanganan dan uji kelaikan kapal oleh pemerintah masih belum dilaksanakan dengan serius.

Padahal, Kementerian Perhubungan menyakini akan ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 1,84 persen atau menjadi 1,19 juta penumpang pada periode Angkutan Laut Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Berdasarkan kecelakaan yang terjadi 2 hari ini, menggambarkan bagaimana penanganan yang masih belum baik. Ini menjadi cerminan kondisi bagaimana aturan keselamatan itu masih belum serius," tuturnya kepada Bisnis.com, Selasa (26/11).

Dia mengatakan bahwa program Zero Accident dan uji kelaikan kapal masih belum dilakukan dengan baik. Di sisi lain, Siswanto mengkritik adanya sertifikasi kelaikan kapal yang masih kurang tegas dan cekatan dalam pemeriksaannya karena dalam realitanya penerbitan sertifikasi diduga ada kongkalikong.

"Saat menjelang musim Natal dan Tahun Baru, seharusnya kelaikan kapal dan keselamatan kapal harus ditegaskan lebih dari ini. Kapal penumpang itu harus tinggi standar keselamatannya. Jangan sampai terjadi di kapal penumpang nanti," lanjutnya.

Selain itu, Siswanto menanyakan keefektifan uji kelaikan kapal yang sudah dilakukan secara tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus didasari dengan check and balancing dari institusi lain untuk melakukan pengecekan kembali untuk meminimalkan kejadian kecelakaan terulang kembali.

"Setelah kejadian terjadi KNKT melakukan penanganan kapal yang tenggelam, apa ada yang diangkat? Jarang diangkat kapal-kapal yang sudah tenggelam. KNKT mau meneliti seperti apa," tuturnya.

Padahal, Sejak hari ini, Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional yang ke-31 dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim di Markas Besar IMO London Inggris. Indonesia kini pun sedang berusaha untuk mendapatkan salah satu kursi dari 20 kursi yang tersedia guna menjadi anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan bahwa nanti di sela-sela Sidang, akan menyempatkan untuk untuk menghadiri Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan oleh Korea untuk melobi negara anggota lainnya untuk pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

namarin kapal tenggelam
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top