Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Terapkan Transformasi Digital pada Seluruh Lini Bisnis

Transformasi digital oleh PT Pertamina (Persero) berkontribusi besar terhadap nilai tambah perusahaan sebagai ujung tombak energi nasional.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 27 November 2019  |  09:55 WIB
Salah satu panel diskusi dalam acara Pertamina Energy Forum 2019. - Istimewa
Salah satu panel diskusi dalam acara Pertamina Energy Forum 2019. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi digital oleh PT Pertamina (Persero) berkontribusi besar terhadap nilai tambah perusahaan sebagai ujung tombak energi nasional.

Pertamina telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif digitalisasi mulai dari sektor hulu hingga hilir. Salah satunya adalah implementasi aplikasi dalam penjadwalan pemeliharaan kilang yang sudah diterapkan di Kilang Balongan dan Kilang Dumai. 

Ke depan, Pertamina akan memperluas aplikasi ini ke kilang lainnya yaitu Kilang Cilacap, Kilang Plaju, dan Kilang Balikpapan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan implementasi digitalisasi ini dapat mencegah unplanned shutdown kilang sehingga meningkatkan kehandalan operasional dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Dengan begitu, mengurangi potential loss" katanya, Selasa (26/11/2019).

Di luar itu, Pertamina juga sudah melakukan enam program utama digitalisasi, yaitu loyalty program, digital refinery, knowledge management & best practice in upstream, digital procurement, digitalisasi korporat, dan digitalisasi SPBU & terminal BBM.

Di sektor hulu, Pertamina telah melakukan transformasi digital dengan membangun upstream cloud dan big data analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi petrotechnical yang tersentralisasi dan terintegrasi. 

Sementara di pengolahan, Pertamina tengah menyiapkan predictive maintenance yang terintegrasi melalui adopsi advanced analytics sehingga meminimalisir terjadinya unplanned shutdown.

Di hilir, Pertamina terus melanjutkan program utamanya, yakni digitalisasi SPBU & Terminal BBM sehingga bisa memonitor ketahanan stok dan distribusi BBM secara nasional. Selain itu, dalam proses pengadaan barang dan jasa, Pertamina juga menerapkan digital procurement yang diprediksi memberikan kontribusi efisiensi terbesar, sekitar Rp1,5-2 triliun per tahun.

Vice President AVEVA South East Asia Sebastian Ory mengatakan digitalisasi membantu mempercepat pengambilan keputusan sehingga operasional menjadi lebih cepat dan efisien. 

"Sistem digital yang dipasang di aset-aset Pertamina juga dapat mengoptimalkan jadwal pemeliharaan yang bertujuan menghindari terjadi downtime. Performa keselamatan kerja di lapangan juga dapat lebih mudah dipantau melalui sistem digital ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi Pertamina Energy Forum 2019
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top