Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buat Aplikasi Pengiriman Barang Terpadu, Pelindo II Anggarkan Rp1 Triliun

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC Elvyn G. Masassya menargetkan platform layanan itu bisa diakses pada awal 2024 dengan sistem integrasi 4.0.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 21 November 2019  |  10:10 WIB
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Elvyn G. Masassya berpose di kantor IPC, Jakarta, Rabu (13/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Elvyn G. Masassya berpose di kantor IPC, Jakarta, Rabu (13/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah menyiapkan aplikasi layanan terpadu yang membantu para eksportir dan importir untuk melakukan pemesanan barang secara transparan, mudah, dan aman.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC Elvyn G. Masassya menargetkan platform layanan itu bisa diakses pada awal 2024 dengan sistem integrasi 4.0 mulai dari pemesanan, trucking, pergudangan, operator kapal, hingga pemesan secara door to door.

Menurutnya, pihaknya telah menemukan solusi untuk mendigitalisasi fasilitas pelabuhan untuk meningkatkan transparansi pelabuhan. Menurutnya, solusi tersebut perlu dipersiapkan secara bertahap.

"Kita [sudah] siapkan sejak 3 tahun lalu, namun kini masih terdapat fase-fase yang masih perlu dipenuhi. Seperti saat ini yang telah kami tangani adalah truck ID untuk truk yang memasuki wilayah pelabuhan untuk proses trucking serta reservasi kedatangan kapal secara digital seperti memesan kamar hotel," tuturnya kepada Bisnis.com, Rabu (20/11/2019). 

Dia menjelaskan platform parsial yang diciptakan dalam beberapa fase tersebut akan dihimpun IPC dalam suatu sistem aplikasi terpadu secara menyeluruh.

Elvyn berharap aplikasi itu dapat memangkas biaya yang lebih murah dalam rantai pasar dan mempercepat, serta transparan.

Dia melanjutkan bahwa anak perusahaan IPC tengah menciptakan platform tersebut tetapi tidak menutup kesempatan untuk membuka kerja sama dengan pihak lain. "Untuk proyek ini kami telah siapkan dana hingga Rp1 Triliun," lanjutnya.

Nantinya, lanjut Elvyn, pola ini dapat mengubah pemesanan pengantaran barang dari port to port menjadi door to door sehingga para eksportir dapat memesan melalui pabrik selanjutnya secara digital dan otomatis akan ada truk yang mengangkut pesanan hingga masuk kapal dan kemudian sampai kepada importir tersebut. "Para pelaku eksportir, liner, importir, trucking bisa menggunakannya," tuturnya.

Mengingat rencana pemerintah untuk menciptakan aplikasi guna memudahkan pemesanan tol Laut, Elvyn mengatakan bahwa hal tersebut memungkinkan dapat memudahkan proses. Menurutnya, Tol Laut hanya salah satu elemen dalam proses pemesanan.

Dalam kancah global, IPC terus berkolaborasi dengan perusahaan pelayaran dunia dengan melayani kapal besar untuk melakukan pelayaran langsung dari Indonesia ke semua benua. 

Dalam 1 bulan rata-rata ada 8 kapal ukuran raksasa dengan kapasitas 10.000 TEUs yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal-kapal itu membawa barang-barang ekspor maupun impor secara langsung ke negara tujuan.

“Hal terbaru adalah layanan direct call [pelayaran langsung] ke Rusia. Sebelumnya belum pernah ada pelayaran kapal besar langsung dari dan ke Rusia,” kata Elvyn.

Dengan meningkatnya layanan direct call, lanjutnya, harga barang ekspor semakin memiliki daya saing. Sebaliknya, harga barang impor semakin turun, karena ongkos logistiknya yang semakin rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub aplikasi mobile pelindo ii
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top