Jokowi Puji Insinyur Jembatan Lengkung Proyek LRT Dina Arvila

Presiden Joko Widodo memuji perancang jembatan lengkung bentang panjang proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di atas flyover Kuningan Jakarta, Dina Arvila Delitriana. Konstruksi bikinannya bahkan mengukir rekor.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 November 2019  |  13:26 WIB
Jokowi Puji Insinyur Jembatan Lengkung Proyek LRT Dina Arvila
Jembatan lengkung LRT Jabodebek. - Instagram @jokowi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memuji perancang jembatan lengkung bentang panjang proyek Light Rail Transit (LRT)  Jabodebek di atas flyover Kuningan Jakarta, Arvila Delitriana. Konstruksi karyanya  bahkan mengukir rekor.

Dina merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menamatkan sekolah di SMA 3 Bandung. Jokowi menyebutnya sebagai sosok menakjubkan yang berhasil merancang jembatan itu.

Jembatan itu menurut Jokowi dibangun dengan cukup rumit dengan lintasan yang melengkung. Apalagi, konstruksinya dibangun di atas flyover., tapi pekerjaan itu diselesaikan dengan baik oleh Dina.

"Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana lulusan Institut Teknologi Bandung berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin," kata Jokowi di akun resminya dikutip, Kamis (14/11/2019).

Konstruksi itu membentang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dan menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton. Berat ini setara dengan tiga kali berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.

"Besi yang digunakan [pada patung Garuda Wisnu Kencana] sejumlah 2.929,7 ton atau setara dengan lebih lima kali berat pesawat Airbus A-380," terangnya.

Sahabat Dina, Santi Indra Astuti sudah mengenal sosok perancang jembatan itu sejak di SMA 3 Bandung. Di kalangan temannya, Dina sering disapa Bujem atau Ibu Jembatan.

"Di grup kami, Dina itu ya memang seperti jembatan. Menyambungkan, menjembatani, mengakurkan. Hangat senyumnya, sejuk kata-katanya, murah hati sudah jelas seperti lainnya, dan ngemong pisaaan. Jembatan bener, deh!" terangnya.

Selama mengerjakan megaproyek itu, Dina mengalami banyak kendala. Apalagi banyak pihak sempat meragukan pekerjaannya untuk membuat jembatan lengkung termasuk vendor, pemerintah, legislatif hingga media sekalipun. Akan tetapi segala kendala itu teratasi. Terbukti pengecoran terakhir jembatan langsung dilakukan oleh empat menteri sekaligus pada awal pekan ini.

Santi bangga telah mengenal Dina Arvila dengan segala pencapaiannya.

"Saya bahagia menjadi temanmu. You are my inspiration. You are my Kartini. Kartini sesungguhnya, senyatanya," sebutnya.

"Selamat kepada PT Adhi Karya Tbk, selamat kepada Ibu Dina," tulis Jokowi.

Konstruksi rancangan Dina ini mengukir dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Indonesia.

Dua rekor tersebut yaitu sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan rekor sebagai jembatan pembebanan axial static loading test terbesar.

Sementara itu, LRT Jabodebek memiliki tiga lintasan pelayanan yaitu Cawang - Cibubur, Cawang - Dukuh Atas dan Cawang Bekasi.

Adapun progres LRT Jabodebek per 1 November 2019 mencapai 67,3%. Rinciannya adalah: Cawang-Cibubur 86,2 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3 persen dan Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, LRT

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top