Soal Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Indonesia Tunggu Sinyal Regulator Global

Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan menyetujui pesawat Boeing 737 MAX kembali mengudara sampai regulator penerbangan di Amerika Serikat (AS), Eropa, Brasil, Kanada, dan China menyetujuinya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 November 2019  |  17:30 WIB
Soal Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Indonesia Tunggu Sinyal Regulator Global
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan menyetujui pesawat Boeing 737 MAX kembali mengudara sampai regulator penerbangan di Amerika Serikat (AS), Eropa, Brasil, Kanada, dan China menyetujuinya.

Kasubdit Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sokhib Al Rokhman, mengatakan pemerintah tengah menunggu otoritas penerbangan AS Federal Aviation Administration (FAA) dan negara-negara besar lainnya untuk mensertifikasi ulang jet MAX.

"Kami juga meningkatkan kerja sama kami dengan negara-negara Asean begitu FAA menerbitkan sertifikasi ulang itu,” papar Sokhib kepada awak media di Jakarta pada Rabu (13/11/2019), seperti dilansir melalui Reuters.

Larangan secara serentak diberlakukan di penjuru dunia setelah pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Ethiopian Airlines menghantam daratan Ethiopia beberapa menit tak lama usai lepas landas pada Maret 2019.

Hanya berselang kurang dari lima bulan sebelumnya yakni Oktober 2018, pesawat bermodel sama milik Lion Air terjun bebas ke dinginnya perairan Laut Jawa. Total 346 nyawa melayang akibat dua kecelakaan tragis ini.

Bulan lalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan final mengenai kecelakaan Lion Air. Laporan ini mencakup rekomendasi untuk Boeing, FAA AS, dan maskapai penerbangan tersebut untuk meningkatkan praktik keselamatan.

Lion Air Group menyatakan komitmennya untuk melaksanakan rekomendasi KNKT terkait dengan laporan final hasil investigasi kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX.

Sementara itu, Boeing telah berupaya untuk mengamankan persetujuan pengaturan usulan perubahan pada sistem anti-stall yang terkait dengan dua insiden tersebut sebelum model 737 MAX dapat kembali terbang.

Pada Senin (11/11), Boeing Senin mengatakan pihaknya memperkirakan regulator AS akan menyetujui 737 MAX untuk kembali mengoperasikan layanan komersial dalam beberapa pekan mendatang, meskipun regulator penerbangan Eropa mengindikasikan hal ini akan membutuhkan waktu lebih lama.

Juru bicara Boeing Gordon Johndroe mengatakan FAA berada di jalur untuk mensertifikasi rancangan ulang perangkat lunak kontrol penerbangan pada pertengahan Desember mendatang.

Langkah tersebut dapat memungkinkan Boeing untuk mulai mengirimkan jet-jet barunya yang disimpan selama ini karena pemberlakuan larangan terbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, boeing 737

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top