Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Flores Timur Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Program BSPS merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam membangun rumah mereka.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 November 2019  |  15:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mendorong penyaluran bantuan perumahan untuk membantu pemerintah daerah menangani masalah rumah tidak layak huni.

Salah satu daerah yang menjadi target penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian PUPR adalah Kabupaten Flores Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Salah satu upaya pemerintah khususnya Kementerian PUPR dalam menangani masalah RTLH di Kabupaten Flores Timur adalah melalui penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya [BSPS],” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid melalui siaran pers, Rabu (6/11/2019).

Menurut Khalawi, program BSPS merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam membangun rumah mereka. Pemerintah juga memberi bantuan berupa dana stimulan untuk membangkitkan semangat gotong royong di daerah.

“Pemerintah menyalurkan dana BSPS sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp35 juta untuk pembangunan rumah baru.”

Lebih lanjut, Khalawi juga menjelaskan bahwa pemda juga harus memiliki konsep dan desain yang jelas mengenai program dan pelaksanaan pembangunan perumahan di daerahnya.

Pasalnya, saat ini Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga akan melihat apakah pemda benar-benar membutuhkan bantuan perumahan atau tidak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsps rumah swadaya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top