Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahan Kenaikan Harga Gas, Kementerian ESDM Minta PGN (PGAS) Lebih Efisien

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) meningkatkan efisiensi daripada menaikkan harga gas industri.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  18:05 WIB
Logo PGN
Logo PGN

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) meningkatkan efisiensi daripada menaikkan harga gas industri.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto meminta emiten dengan kode saham PGAS tersebut melakukan efisiensi di segala lini. Dia mempertanyakan alasan PGN yang menyebut kondisi keuangannya terancam ketika tidak melakukan penyesuaian harga.

"Terakhir PGN setor dividen ke negara berapa triliun? Harga enggak naik saja masih bisa setor sebesar itu," tuturnya, Kamis (31/10/2019).

Dalam catatan Bisnis.com, tahun lali PGAS membagikan dividen senilai Rp1,38 triliun kepada para pemegang saham atau setara dengan Rp56,99 per lembar saham.

Adapun nilai tersebut setara dengan 31,79% dari laba bersih PGAS pada 2018.

Menurut Djoko, dengan adanya efisiensi di segala lini, maka dividen yang disetor kepada pemerintah juga akan bertambah besar.

"[Efisiensi] semua sisi pengeluaran. Nah, kalau efisiensi di segala lini, maka setor dividennya bisa tambah besar." tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN kementerian esdm Harga Gas
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top