Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ALFI Sebut Bandara Kertajati Sulit Jadi Hub, Ini Alasannya

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menjelaskan selama keramaian pesawat penumpang komersial masih kurang di Bandara Kertajati maka sulit mengalihkan barang e-commerce ke Kertajati.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  07:27 WIB
Ruang tunggu penumpang di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara
Ruang tunggu penumpang di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menilai Bandara Kertajati, Majalengka Jawa Barat sulit menjadi hub kargo e-commerce mengingat jumlah penerbangannya yang minim.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menjelaskan selama keramaian pesawat penumpang komersial masih kurang di Bandara Kertajati maka sulit mengalihkan barang e-commerce ke Kertajati.

"Selain itu, juga fulfillment e-commerce lebih banyak berlokasi di sekitar Jakarta, sehingga cost of delivery barang e-commerce akan tidak kompetitif lagi jika dipaksakan harus ke Kertajati," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (21/10/2019).

Dengan wacana hub kargo barang dagang-el, dia menilai harus dibangun juga infrastruktur pendukungnya guna menjaadikan Kertajati hub kargo.

Saat ini, Yukki menegaskan barang kiriman e-commerce atau dagang-el masih mengandalkan pesawat penumpang, sehingga sulit meningkatkan trafik kargo udara jika minim penerbangan ke Bandara Kertajati di Jawa Barat tersebut.

"Kertajati sulit untuk jadi hub kargo e-commerce karena barang e-commerce masih menggunakan pesawat penumpang bukan gunakan pesawat khusus barang [freighter]," jelasnya.

Dia menilai Bandara Kertajati sebagai hub belum dapat berjalan selama Pelabuhan Patimban belum beroperasi menjadi pelabuhan utama Kawasan Industri di Jawa Barat.

Menurutnya, Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban adalah satu paket untuk mendukung industri teknologi tinggi manufaktur di sekitarnya.

Infrastruktur lainnya yang dibutuhkan yakni penghubung jalan bebas hambatan yang menghubungkan Patimban dan Kertajati. "Sepengetahuan saya untuk Patimban saja baru selesai 2023 tolnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan tengah merintis Bandara Kertajati, Majalengka, sebagai hub logistik bagi e-commerce di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan Bandara Kertajati memiliki masa depan yang cerah. Alasannya, dengan kombinasi Pelabuhan Patimban di Subang dan Bandara Kertajati tersebut akan melengkapi fungsi logistik di daerah tersebut.

"Tahun depan [2020] bulan Juni Patimban sudah selesai, antara Patimban dengan Kertajati itu hanya tidak sampai 100 km hanya 80 km. Jadi Kertajati adalah satu bandara yang akan menjadi kompelementer terhadap Bandara Soekarno-Hatta," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alfi bandara kertajati pelabuhan patimban
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top