Sido Muncul (SIDO) Raup Kontrak Baru dengan Importir Arab Saudi

Pengusaha Arab Saudi dan Indonesia sepakat menandatangani dua kontrak dagang setelah melalui proses negosiasi panjang serta asistensi KJRI Jeddah di sela-sela perhelatan Trade Expo Indonesia 2019. Salah satunya adalah PT Sido Muncul Tbk. dengan importir dari Arab Saudi Mizanain.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  17:17 WIB
Sido Muncul (SIDO) Raup Kontrak Baru dengan Importir Arab Saudi
Pengusaha Arab Saudi dan Indonesia sepakat menjalin kerja sama dagang difasilitasi oleh KJRI Jeddah - Dok. KJRI Jeddah

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha Arab Saudi dan Indonesia sepakat menandatangani dua kontrak dagang setelah melalui proses negosiasi panjang serta asistensi KJRI Jeddah di sela-sela perhelatan Trade Expo Indonesia 2019.

"Kesepakatan hari ini merupakan buah dari komitmen kuat pemerintah untuk mendorong ekspor," demikian jelas Konjen RI Jeddah dalam keterangannya, Sabtu (19/10/2019).

Kontrak dagang tersebut ditandangani oleh Mizanain dan PT Sido Muncul Tbk., serta SBTC dan PT Eka Timur Raya, dengan total nilai keduanya sebesar US$2,4 juta.

Hadir dalam kesepakatan tersebut Pemilik Perusahaan Mizanain Trading and Marketing Abdillah dan Achmad Zar'an perwakilan dari SBTC

"Tolak angin adalah produk Indonesia ke 57  yang masuk selama tiga tahun terakhir ini," ujar Gunawan, Kepala ITPC Jeddah yang turut membidani inisiasi proses masuknya Tolak Angin ke Arab Saudi.

Beberapa produk baru yang sudah masuk Saudi diantaranya Ikan Patin untuk konsumsi Katering Haji, Produk Gula Diet dari Nutrifood dan beberapa produk obat obatan Herbal dari Indonesia.

Adapun SBTC adalah salah satu perusahaan Arab Saudi yang memperoleh Primaduta Award karena turut serta mendongkrak nilai perdagangan RI - Saudi, utamanya di sektor pasar UMKM.

Usai melakukan penandatanganan, perwakilan dari SBTC  menegaskan bahwa perusahaannya telah lama bermitra dengan pengusaha di Indonesia.

Menurutnya, selain kualitas produk, salah satu yang membuatnya tetap bekerja sama dengan pengusaha Indonesia adalah keramahan dalam berinteraksi, dan selalu menunjukkan rasa persahabatan dan kekeluargaan.

"Bagi kami, masyarakat Indonesia bagaikan saudara, dan kami tetap berkomitmen untuk terus mengimpor produk produk dari Indonesia sehingga masyarakat Timur Tengah mudah mendapatkan produk Indonesia yang berkualitas di negara mereka."

Selain kedua kontrak pembelian tersebut, dalam waktu dekat akan dirampungkan purchasing order untuk ikan patin ke Arab Saudi dengan nilai dagang kurang lebih 9 juta SAR, pembelian rempah rempah dan tuna dengan nilai US$3,7 juta serta pembelian VCO untuk masuk ke pasar Saudi.

Total perdagangan yang berhasil dibukukan pada hari ini tercatat sebesar US$587 juta dari kontrak dengan berbagai perusahaan di beberapa negara seperti Italia, RRT, dan Nigeria.

Dalam rangkaian kunjungan TEI 2019, KJRI Jeddah membawa 175 pengusaha dari Arab Saudi yang ingin mencari partner dagang di Indonesia.

Produk-produk yang disasar cukup beragam, mulai dari rempah-rempah, makanan ringan, hingga sparepart kendaraan berat dan militer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, tei

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top