Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Alokasikan Rp142 Miliar untuk Bandara Ngloram dan Dewadaru

Pengembangan dua bandara di Jawa Tengah merupakan upaya pemerintah untuk memicu adanya permintaan pasar penerbangan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  16:01 WIB
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA./ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan mengalokasikan investasi hingga Rp142 miliar untuk pembangunan dan pengembangan dua bandara di Provinsi Jawa Tengah.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan, telah mengalokasikan dana sebesar Rp46 miliar untuk Bandara Ngloram di Blora dan Rp9 miliar untuk Bandara Dewadaru Karimunjawa di Jepara. Dana tersebut bersumber dari APBN 2019.

"Tahun depan dialokasikan Rp11 miliar untuk Bandara Dewadaru, sedangkan Bandara Ngloram Rp76 miliar. Sisanya [kebutuhan dana] akan kami alokasikan ke APBN 2020," katanya, Jumat (18/10/2019).

Dia menambahkan pengembangan bandara tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memicu adanya permintaan pasar penerbangan. Kedua bandara ditargetkan bisa beroperasi bersamaan pada 2020.

Saat ini, Bandara Dewadaru sudah memiliki luas terminal penumpang hingga 1.000 m² dengan jumlah pergerakan sampai 150.000 orang per tahun. Sementara Bandara Ngloram belum beroperasi secara komersial karena sebelumnya merupakan milik Pertamina yang dihibahkan kepada Kemenhub.

Bandara Ngloram, lanjutnya, bisa mencakup beberapa daerah di sekitarnya seperti Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi. Landas pacunya (runway) akan dibuat dengan panjang 1.600 m.

Untuk Bandara Dewadaru diharapkan bisa mengakomodasi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Karimunjawa. Runway juga akan dikembangkan hingga 1.600 m atau tergantung kebutuhan pasar, sehingga bisa didarati pesawat jenis ATR 72.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara karimunjawa
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top