Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yogyakarta International Airport Sudah Siap Layani Seluruh Penerbangan Sipil

Yogyakarta International Airport (YIA) sudah bersiap menjadi bandar udara yang melayani penuh penerbangan sipil, sebagai alternatif landasan pacu di tengah padatnya lalu lintas di bandar udara Internasional Adisutjipto.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  06:46 WIB
Pegawai AirNav Indonesia di Yogyakarta International Airport, Kulon Progo, Yogyakarta pada Rabu (16/10/2019) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang
Pegawai AirNav Indonesia di Yogyakarta International Airport, Kulon Progo, Yogyakarta pada Rabu (16/10/2019) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, KULON PROGO – Yogyakarta International Airport (YIA) sudah bersiap menjadi bandar udara yang melayani seluruh penerbangan sipil, sebagai alternatif landasan pacu di tengah padatnya lalu lintas di bandar udara Internasional Adisutjipto.

Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Novy Pantaryanto saat memaparkan kelebihan dari YIA dibandingkan dengan Adisutjipto ketika mengunjungi menara Air Traffic Controller (ATC) di YIA, Kulon Progo, Yogyakarta pada Rabu (16/10/2019).

“Secara operasional ini kita nyatakan siap karena kelengkapannya sudah tersedia semua, baik itu jaringan dan lain-lain. Dengan kondisi runway 3250 meter, terminalnya juga mendukung dan fasilitasnya juga mumpuni. Perlahan-lahan juga akan dilengkapi dengan tim supporting seperti teknisi dan lain-lain,” ujar Novy.

Meski saat ini YIA masih melayani 26 pergerakan per jamnya, Novy optimis bandar udara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo ini bisa melayani hingga 200 pergerakan per harinya.

“Memang infrastrukturnya sudah sangat siap. Kami mengikuti kebijakan pemerintah. Sampai nanti pemerintah menyatakan ini beroperasi full untuk penerbangan sipil, kami siap,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan penawaran yang menarik kepada maskapai yang mendarat di YIA adalah holding area (aksi berputar di udara menunggu antrian parkir) yang lebih minimalis dibanding bandar udara internasional Adisutjipto.

“Tentunya akan ada penambahan biaya [transportasi untuk penumpang dari dan ke YIA] dan itu lazim serta murah. Mungkin perlu kolaborasi antar moda, namun sampai saat ini sudah ada damri dan kereta. Ini juga menambah pilihan penumpang yang bertujuan ke Purwokerto, Purworejo, landing dan take-off dari sini lebih efisien,” sambungnya.

Terakhir, Novy menyimpulkan bandara dengan lanskap dekat dengan laut seperti YIA sangat diuntungkan karena proses take-off dan landing tidak akan mengalami banyak rintangan. Ditambah lagi dengan prosedur performance based navigation (PBN) yang akan memudahkan pilot dalam pengoperasian pesawat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara new yogyakarta international airport bandara yogyakarta
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top