Kementerian ESDM Revisi Formula Harga BBM Umum Jenis Bensin dan Solar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis formula harga dasar terbaru dalam perhitungan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU dan/atau stasiun pengisian bahan bakar nelayan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  15:47 WIB
Kementerian ESDM Revisi Formula Harga BBM Umum Jenis Bensin dan Solar
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis formula harga dasar terbaru dalam perhitungan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU dan/atau stasiun pengisian bahan bakar nelayan.

Beleid yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.187/2019 ini akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2020. Terbitnya Kepmen ESDM ini sekaligus menghapus Keputusan Menteri ESDM No.19/2019 yang dirilis Februari lalu.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar enggan banyak komentar soal penerbitan beleid ini. Dia menuturkan aturan ini sebagai basis penghitungan harga BBM jenis umum. "Yang subsidi tidak, yang JBU [jenis BBM umum] memang ada," tuturnya, Senin (14/10/2019).

Formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar sebagai berikut:

Bensin di bawah RON 95 dan jenis minyak solar CN 48 

Kepmen ESDM No. 187 K/10/MEM/2019 (Oktober 2019)

  1. Batas bawah menggunakan Mean of Platts Singapore (MOPS) + Rp1.000/Iiter + Margin (5% dari harga dasar). 
  2. Batas atas menggunakan MOPS + Rp1.000/Iiter + Margin (10% dari harga dasar).

Sebelumnya, Kepmen ESDM No. 19 K/10/MEM/2019 (Februari 2019)

  1. Batas bawah menggunakan MOPS + Rp952/Iiter + Margin (5% dari harga dasar). 
  2. Batas atas menggunakan MOPS + Rp2.542/Iiter + Margin (10% dari harga dasar).

 

Bensin RON 95, bensin RON 98, dan jenis minyak solar CN 51

Kepmen ESDM No. 187 K/10/MEM/2019 (Oktober 2019)

  1. Batas bawah menggunakan MOPS + Rp1.200/Iiter + Margin (5% dari harga dasar). 
  2. Batas atas menggunakan MOPS + Rp1.200/Iiter + Margin (10% dari harga dasar).

Sebelumnya, Kepmen ESDM No. 19 K/10/MEM/2019 (Februari 2019)

  1. Batas bawah menggunakan MOPS + Rp1.190/Iiter + Margin (5% dari harga dasar). 
  2. Batas atas menggunakan MOPS + Rp3.178/Iiter + Margin (10% dari harga dasar).

Perubahan formula harga juga diikuti dengan pembentukan margin badan usaha pemegang Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi dalam melaksanakan kegiatan penyaluran jenis bahan bakar minyak umum yang ditetapkan sebagai berikut:

Bensin di bawah RON 95 dan jenis minyak solar CN 48

Kepmen ESDM No. 187 K/10/MEM/2019 (Oktober 2019)

  1. Batas bawah menggunakan (5/95) x (MOPS + Rp1.000/liter)
  2. Batas atas menggunakan (10/90) x (MOPS + Rp1.000/liter)

Sebelumnya, Kepmen ESDM No. 19 K/10/MEM/2019 (Februari 2019)

  1. Batas bawah menggunakan (5/95) x (MOPS + Rp952/liter)
  2. Batas atas menggunakan (10/90) x (MOPS + Rp2.542/liter)

 

Bensin RON 95, bensin RON 98 dan jenis minyak solar CN 51

Kepmen ESDM No. 187 K/10/MEM/2019 (Oktober 2019)

  1. Batas bawah menggunakan (5/95) x (MOPS + Rp1.200/liter)
  2. Batas atas menggunakan (10/90) x (MOPS + Rp1.200/liter)

Sebelumnya, Kepmen ESDM No. 19 K/10/MEM/2019 (Februari 2019)

  1. Batas bawah menggunakan (5/95) x (MOPS + Rp1.190/liter)
  2. Batas atas menggunakan (10/90) x (MOPS + Rp3.178/liter)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga BBM, solar, kementerian esdm

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top