Ini Klaim Menteri Jonan Soal Keberhasilan Pemerintah di Sektor Energi

Hampir genap 3 tahun menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memaparkan berbagai keberhasilan di bawah kepemimpinannya.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  18:23 WIB
Ini Klaim Menteri Jonan Soal Keberhasilan Pemerintah di Sektor Energi
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri) dan CEO Inpex Takayuki Ueda (kanan) memberikan salam usai memberikan keterangan terkait pengelolaan Blok Masela di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Pemerintah dan Inpex telah menemui kata sepakat dalam mengelola Blok Masela. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Hampir genap 3 tahun menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memaparkan berbagai keberhasilan di bawah kepemimpinannya.

Jonan mengatakan dalam 5 tahun terakhir, hal yang paling menonjol di sektor ESDM adalah rasio elektrifikasi. Rasio elektrifikasi pada akhir 2014 tercatat sebesar 84,35%, sementara saat ini sudah mencapai 98,9%.

Dia mengakui peningkatan rasio elektrifikasi menghadapi tantangan sulitnya menembus topografi suatu daerah. “Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa 99,9%. Harapan kami nanti 2020 bisa 100% nikmati penerangan,” tuturnya, Senin (14/10/2019).

Selain itu, Jonan juga mengungkapkan keberhasilan menjalankan program BBM Satu Harga. Dalam 3 tahun terakhir, ada 170 penyalur BBM Satu Harga yang dibangun. 

Sayangnya, pembangunan penyalur BBM Satu Harga belum menyentuh seluruh daerah. Oleh karena itu, hingga 2024 mendatang, pemerintah merencanakan tambahan pembangunan 330 penyalur BBM Satu Harga.

“Makanya saya usulkan ke presiden sampai 2024 minimal 330. Jadi total sampai 500. Kenapa? Kira kira ada 1.000 kecamatan yang tidak ada SPBU-nya. Itu daerah lebih remote. Ini yang kami usahakan ke depan bisa capai,” katanya.

Terkait capaian bauran energi, Jonan mengaku perlu ada kerja keras untuk mencapai target bauran energi pada 2025 sebesar 23%. Di sektor transportasi, pemerintah mendorong penerapan B30 pada tahun depan.

Mantan Menteri Perhubungan ini pun menjelaskan di sektor kelistrikan, PT PLN (Persero) perlu mendorong pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Saat ini, total pembangkit listrik PLN yang menggunakan energi terbarukan baru sebesar 12%.

“PLN harus lebih terbuka terhadap upaya pembangunan listrik dari renewable. Terserah PLN mau bangun sendiri atau dari IPP [independent power producer],” tambahnya.

Jonan juga meminta PLN menargetkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun depan untuk penggunaan solar dalam pembangkit listrik sebesar 2% saja. Saat ini, PLN masih menargetkan penggunaan solar dalam pembangkit listrik sebesar 4,97%.

Jonan pun berharap ada upaya pemanfaatan energi baru terbarukan dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, publik menginginkan adanya energi bersih, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung pemanfaatan energi bersih yang terjangkau.

Di sektor pertambangan, Jonan mengamini bahwa upaya penghiliran tidak terlalu banyak. Akan tetapi, pemerintah berkomitmen melakukan langkah untuk mendorong penghiliran pertambangan.

“Sekarang pemerintah paksa, makanya ekspor nikel dihentikan. Freeport dipaksa hilirasasi. Satu, ini untuk ciptakan lapangan kerja. Kedua, tingkatkan nilai tambah. Ini supaya ekspornya lebih besar,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi, ignasius jonan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top