Hampir Pasti Menang Lelang Bandara Komodo, Kemenhub Bertemu Changi Airport

Bila proses finalisasi KPBU berhasil, Menhub menegaskan akan menjadi satu hal yang baik dan diharapkan semakin meningkatkan pelayanan bandara di Labuan Bajo yang menjadi destinasi wisata prioritas.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  16:46 WIB
Hampir Pasti Menang Lelang Bandara Komodo, Kemenhub Bertemu Changi Airport
Bandara Komodo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan sedang melakukan finalisasi kerja sama dengan Changi Airport International terkait dengan pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bila proses Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berhasil, Menhub menegaskan akan menjadi satu hal yang baik dan diharapkan semakin meningkatkan pelayanan bandara di daerah yang menjadi destinasi wisata prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Berkaitan dengan Bandara Labuan Bajo, memang sedang dilakukan finalisasi kerja sama dengan Changi Singapura,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, Rabu (9/10/2019).

Saat ini, proses proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo yang menggunakan skema KPBU tersebut telah mencapai tahap finalisasi. Kemungkinan besar pemenangnya adalah konsorsium yang terdiri atas perusahaan swasta nasional dengan swasta asing.

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu konsorsium yang menjadi kandidat kuat adalah PT Cardig Aero Services Tbk. asal Indonesia dan Changi Airport International Pte Ltd asal Singapura.

Proyek KPBU Bandara Komodo adalah berupa pengembangan kinerja dan layanan bandara untuk para penggunanya. Menhub berharap melalui skema tersebut jumlah pergerakan penumpang bisa meningkat hingga 4 juta orang per tahun dengan kargo mencapai 3.500 ton.

Beberapa pengembangan yang dilakukan mencakup perluasan landas pacu (runway), peningkatan kualitas runway, ekspansi apron, perluasan gedung terminal domestik, hingga kelengkapan fasilitas penunjang. Dimensi runway saat ini adalah 2.250 m x 45 m dengan luas gedung terminal penumpang mencapai 9.687 m².

Bentuk kerja sama proyek adalah D-B-F-O-M-T (Design-Build-Finance-Operate-Maintain-Transfer). Perkiraan total biaya investasi Proyek adalah Rp3 triliun yang terdiri atas capital expenditure Rp1,17 triliun dan operating expense sebanyak Rp1,83 triliun.

Selain Bandara Komodo, Menhub juga menyampaikan inisiatif Indonesia untuk melakukan kerjasama pendanaan proyek infrastruktur transportasi dengan Singapura seperti Proyek Kereta Api (KA) Makassar-Parepare. 

Kemenhub akan mendorong sektor swasta kedua negara untuk melakukan pertemuan Business To Business (B to B) guna melakukan inisiatif kerjasama proyek unsolicited atau yang diprakarasi badan usaha.

“Kami terus berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Singapura terkait dengan inisiatif-inisiatif kerjasama di sektor transportasi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
labuan bajo, KPBU

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top