Konsorsium Pemenang Lelang Bandara Komodo Diumumkan Pekan Ini, Siapa Kandidatnya?

Kementerian Perhubungan memperkirakan pengumuman konsorsium pemenang lelang proyek pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo dilakukan pada pekan ini
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  19:12 WIB
Konsorsium Pemenang Lelang Bandara Komodo Diumumkan Pekan Ini, Siapa Kandidatnya?
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan penjelasan saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memperkirakan pengumuman konsorsium pemenang lelang proyek pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo dilakukan pada pekan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini proses proyek yang menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) tersebut telah mencapai tahap finalisasi. Kemungkinan besar pemenangnya adalah konsorsium yang terdiri atas perusahaan swasta nasional dengan swasta asing.

"Nanti waktu pengumuman akan tahu berapa [konsorsium] yang lolos. Mungkin 10 atau 11 Oktober," kata Budi, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu konsorsium yang menjadi kandidat kuat adalah PT Cardig Aero Services Tbk. asal Indonesia dan Changi Airport International PTE LTD asal Singapura. Pihaknya tidak membenarkan maupun menampik informasi tersebut.

Dia mengaku belum bisa mengumumkan pemenang lelang tersebut dan meminta publik untuk bersabar hingga hari pengumuman.

Proyek KPBU Bandara Komodo adalah berupa pengembangan kinerja dan layanan bandara untuk para penggunanya. Diharapkan melalui skema tersebut jumlah pergerakan penumpang bisa meningkat hingga 4 juta orang per tahun dengan kargo mencapai 3.500 ton.

Beberapa pengembangan yang dilakukan mencakup perluasan landas pacu (runway), peningkatan kualitas runway, ekspansi apron, perluasan gedung terminal domestik, hingga kelengkapan fasilitas penunjang. Dimensi runway saat ini adalah 2.250 x 45 m dengan luas gedung terminal penumpang mencapai 9.687 m².

Bentuk kerjasama Proyek adalah D-B-F-O-M-T (Design-Build-Finance-Operate-Maintain-Transfer). Perkiraan total biaya investasi Proyek adalah Rp3 triliun yang terdiri atas capital expenditure Rp1,17 triliun dan operating expense sebanyak Rp1,83 triliun.

Masa kerja sama dilakukan selama 25 tahun. Adapun, serta skema pengembalian investasi kepada Badan Usaha Pelaksana (BUP) berupa pembayaran oleh pengguna jasa dalam bentuk tarif (User Charge) adalah senilai Rp5,84 triliun.

Bandara yang saat ini dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub akan menjadi proyek percontohan KPBU, karena memiliki daya tarik yang dianggap mampu menyedot kunjungan wisatawan dan meningkatkan pergerakan penumpang.

Keberhasilan proses KPBU tersebut akan menjadi legal finance standard bagi proyek infrastruktur transportasi yang lain di Indonesia. Apabila ada kekurangan dalam proses tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan langsung diberikan solusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komodo, Budi Karya Sumadi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top