Bandara Komodo Miliki Keterbatasan, Pemenang Lelang Harus Kreatif

Pengamat penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan pengembangan Bandara Komodo sudah diwacanakan sejak 5 tahun lalu. Namun, lokasi bandara yang diantara beberapa bukit maupun dataran tinggi membuat operasional bakal terbatas.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  18:33 WIB
Bandara Komodo Miliki Keterbatasan, Pemenang Lelang Harus Kreatif
Bandara Komodo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Konsorsium pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo dinilai harus bisa menyiasati hambatan topografi agar dapat mengoperasikannya secara optimal.

Pengamat penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan pengembangan Bandara Komodo sudah diwacanakan sejak 5 tahun lalu. Namun, lokasi bandara yang diantara beberapa bukit maupun dataran tinggi membuat operasional bakal terbatas.

“Nanti konsorsium pemenang harus dapat menyiasati kemampuan bandara yang terbatas tersebut agar bisa menjadi optimal. Misalnya harus bisa handdle sekian traffic pesawat per jam,” kata Gerry, Senin (7/10/2019).

Dia menuturkan sebuah bandara normalnya bisa melayani pergerakan pesawat baik lepas landas maupun mendarat dari sisi manapun. Khusus bandara ini, hanya bisa melalui jalur tertentu saja, sehingga memiliki risiko keterbatasan ruang udara.

Pihaknya berharap konsorsium peserta lelang bisa kreatif dalam mengoptimalkan keterbatasan tersebut. Hal tersebut yang mendasari pemerintah menyerahkan pengembangan kepada pihak swasta karena dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni.

Dia menambahkan pengembangan bandara tidak hanya untuk kepentingan pendapatan pengelola, tetapi harus bisa membawa dampak positif terhadap wilayah sekitarnya.

“Pengembangan [bandara] Labuan Bajo ini bukan hanya bicara soal bangunan melainkan sinergi dengan sektor lain. Misalnya, resort, infrastruktur akses jalan, ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara, komodo, labuan bajo

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top