Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Masih Andalkan Metanol Impor untuk Mandatori B30

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM menyatakan sebagian besar metanol untuk kebutuhan fatty acid methyl ester (FAME) masih diimpor.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  15:03 WIB
Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM menyatakan sebagian besar metanol untuk kebutuhan fatty acid methyl ester (FAME) masih diimpor.

Kepala Balitbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menilai upaya untuk mengatasi permasalahan impor metanol berada di ranah Kementerian Perindustrian. Adapun metanol menyumbang sekitar 13% hingga 14% campuran FAME. 

"Jumlah persisnya [volume impor] saya tidak tahu, tapi sebagian keperluan metanol masih diimpor," katanya kepada Bisnis, Senin (7/10/2019).

Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andrian Feby Misna mengatangan kebutuhan metanol yang masih didatangkan dari luar negeri menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan biodiesel di Indonesia. 

Pihaknya pun mengaku masih mendiskusikan sejumlah opsi untuk memenuhi kebutuhan metanol untuk mendukung mandatori biodiesel 30% (B30) mulai 2020.

Selain permasalahan pasokan metanol, ada sejumlah tantangan lain dalam perkembangan biodiesel, yakni  perlunya stok jaminan keberlanjutan, kesiapan dari industri penunjang, insentif pendanaan yang masih bergantung pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-PKS), permasalahan infrastruktur, hingga kampanye negatif penggunaan biodiesel dari pihak luar. 

Saat ini, harga biodiesel memang masih lebih mahal dibanding solar subsidi sehingga insentif masih diterapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan Biodiesel
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top