Lebih dari 20 Konsorsium Asing Ikuti Market Sounding Proyek Bandara Singkawang

Skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) perlu lebih ditingkatkan dalam pembangunan infrastruktur untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  11:10 WIB
Lebih dari 20 Konsorsium Asing Ikuti Market Sounding Proyek Bandara Singkawang
Ilustrasi - Pembangunan Bandara Singkawang, Kalbar. - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) perlu lebih ditingkatkan dalam pembangunan infrastruktur untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam acara Market Sounding Proyek Pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada lebih dari 20 konsorsium mancanegara yang mengikuti Market Sounding pembangunan Bandara Singkawang. Mereka di antaranya berasal dari Kanada, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Menurut Thomas, peningkatan rencana KPBU sebagai instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur kian vital digunakan. Pasalnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu akan mempengaruhi pendapatan negara yang saat ini merupakan salah satu sumber pembiayaan terbesar dalam pembangunan infrastruktur.

Guna meningkatkan daya saing baik pada level regional maupun global, kehadiran infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, dan udara amat diperlukan. Oleh karena itu, proses pembangunan harus diupayakan tidak bergantung pada kondisi kas negara.

"Penerapan KPBU akan mengurangi ketergantungan pembangunan [infrastruktur] dengan anggaran negara," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun telah mengejar ketertinggalan pada sisi infrastruktur selama 5 tahun terakhir, Indonesia terbilang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga.

Thomas mencontohkan Thailand yang saat ini tengah gencar meningkatkan Eastern Economic Corridor dengan membangun jaringan kereta cepat yang menghubungkan wilayah selatan Thailand dengan China. Pembangunan tersebut melibatkan pihak-pihak swasta dari negara lain di antaranya China dan Jepang.

Hal tersebut menunjukkan pembangunan infrastruktur yang sudah semakin multilateral. Untuk itu, terobosan melalui KPBU dalam pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia perlu lebih ditingkatkan.

"Peningkatan infrastruktur Indonesia tidak boleh berhenti begitu saja. Proyek yang dibangun melalui skema ini [KPBU] harus fokus dan komprehensif agar hasilnya juga optimal," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top