Cadangan Devisa September 2019 Turun US$2,1 Miliar

Junanto Herdiawan, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan bahwa posisi cadangan devisa ini terbilang cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar US$126,4 miliar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  10:44 WIB
Cadangan Devisa September 2019 Turun US$2,1 Miliar
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2019 sebesar US$124,3 miliar.

Junanto Herdiawan, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan bahwa posisi cadangan devisa ini terbilang cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar US$126,4 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Junanto melalui siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin (7/10/2019).

Dia memerinci penurunan cadangan devisa pada September 2019 tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cadangan devisa

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top