Developer Kian Percaya Diri Kembangkan Konsep Kota Pintar

Tren pengembangan kawasan berkonsep kota pintar makin marak, terutama dengan kebutuhan penggunaan teknologi dari pembeli muda yang terus naik.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  08:48 WIB
Developer Kian Percaya Diri Kembangkan Konsep Kota Pintar
Ilustrasi smart city - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Tren pengembangan kawasan berkonsep kota pintar makin marak, terutama dengan kebutuhan penggunaan teknologi dari pembeli muda yang terus naik.

Pengembang properti PT Pollux Properti Indonesia Tbk. salah satunya, juga sudah menerapkan konsep kota pintar di proyeknya Pollux Technopolis di Karawang Jawa Barat.

Director of Sales & Marketing Pollux Maikel Tanuwidjaja mengatakan bahwa di sana seluruh kawasan sudah berbasis teknologi.

"Technopolis kami konsepnya sudah smart city, jadi sudah semua berbasis teknologi, semua sudah serba digital. Penerapannya sudah ada di unit hunian dan mixed use-nya, kontrol traffic-nya, security-nya semua sudah terdigitalisasi," katanya kepada Bisnis, Selasa (1/10/2019).

Maikel mengaku, saat ini konsep pembangunan kota pintar tersebut baru diterapkan di Technopolis. Ke depan akan ada beberapa cadangan lahan untuk bisa menerapkan konsep tersebut, tetapi masih harus melihat kondisi perekonomian Indonesia.

"Yang strategis landbank kami masih ada di Mega Kuningan dan di SCBD Jakarta juga ada," kata Maikel.

Selain Pollux, pengembang properti PT Sirius Surya Sentosa dengan proyeknya Basanta Innopark juga disebut bakal menerapkan konsep kota pintar, tetapi teknologinya akan disiapkan sepenuhnya oleh rekanan pengembang asal Jepang Mitsubishi Corporation lewat anak usahanya PT Diamond Development Indonesia.

"Untuk teknologi, kami akan upgrade terus seperti untuk standar keamanan, itu akan diperhatikan sama Mitsubishi, tapi belum kami putuskan pakai teknologi seperti apa. Kami yakin mereka akan kasih yang terbaik," ungkapnya.

Untuk konsep hunian pintar atau smart home, Vasanta juga sudah menyediakan kelengkapannya untuk mendukung smart home, tinggal tiap-tiap konsumen yang ke depannya harus menambah biaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smart city, rumah pintar

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top