Indonesia Power Bidik 17 Proyek Energi Terbarukan

PT Indonesia Power sedang melakukan studi kelayakan pada 17 proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan kapasitas total mencapai 1.506 megawatt (MW). 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 September 2019  |  15:42 WIB
Indonesia Power Bidik 17 Proyek Energi Terbarukan
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Power sedang melakukan studi kelayakan pada 17 proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan kapasitas total mencapai 1.506 megawatt (MW). 

Adapun 17 proyek pembangkit EBT tersebut meliputi PLTB di Jawa Timur dengan kapasitas 50MW, PLTB Sumba 3 MW, Pembangkit Listrik Pumped Storage di Jawa Barat 760 MW, serta PLTS di Jawa Barat dan Sumatera Barat sebesar 50 MW. 

Selanjutnya ada PLTA di Sulawesi Selatan 128 MW, PLTA Bengkulu 50 MW, PLTA Sulawesi Utara 30 MW, PLT hybrid Riau berupa PLTS 86 MWp dan engine 65 MW, PLT hybrid Lampung berupa PLTS 100 MW dan battery 80 MWp, serta PLT hybrid Sulawesi utara berupa PLTS 64 MW dan PLTB 40 MW.

Selain itu, yang potensi listriknya masih dihitung, yakni PLT Gelombang Laut di Sumba dan Bali, PLT hybrid berupa solar, battery, dan mesin diesel di Karimunjawa dan Nusa Penida, serta pembangkit microgrid di daerah Maluku. 

Direktur Operasi I Indonesia Power M. Hanafi Nur Rifa'i mengatakan proyek terdekat yang akan segera dikerjakan yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Bali. 

"Arus laut masih tahap penelitian. Nanti dicek dulu karena penerapan arus laut kayak celah Bali dan NTT ada potensi. Kita intensif lakukan pengkajian," katanya, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, Indonesia Power berupaya mendorong realisasi pembangkit EBT tersebut. Hanya saja, studi kelayakan harus betul-betul dilaksanakan untuk meminimalkan risiko kegagalan. Saat ini, Indonesia Power masih mematangkan studi kelayakan.

"Semua masih on progress, semua harus matang jangan kita jadi beban masyarakat. Risiko kegagalan kita antisipasi serendah mungkin," tambahnya.

Indonesia Power juga masih mengembangkan bahan bakar pelet dari program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, indonesia power

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top