Potensi Ekspor Besar, Kemenperin Pacu Daya Saing IKM Perhiasan

Kementerian Perindustrian menegaskan bakal terus mendorong pengembangan industri perhiasan nasional agar mampu berdaya saing di kancah global.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 September 2019  |  10:30 WIB
Potensi Ekspor Besar, Kemenperin Pacu Daya Saing IKM Perhiasan
Perhiasan perak. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menegaskan bakal terus mendorong pengembangan industri perhiasan nasional agar mampu berdaya saing di kancah global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemeperin Gati Wibawaningsih menjelaskan industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan untuk berkontribusi pada perekonomian nasional melalui kinerja ekspor. Kemenperin mencatat nilai ekspor produk perhiasan Indonesia mencapai US$2,05 miliar pada 2018.

Menurut Gati, kinerja itu terealisasi lantaran produk perhiasan dalam negeri mampu berdaya saing global dan memiliki nilai tambah tinggi. Beberapa negara tujuan utama ekspornya, antara lain ke Singapura, Swiss, Hongkong, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

“Negara-negara tersebut mendominasi hingga 93,02% dari total ekspor produk perhiasan nasional,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis Senin (30/9/2019).

Gati mengatakan saat ini Indonesia menjadi eksportir perhiasan terbesar ke-9 di dunia dengan pangsa pasarnya lebih dari 4% di kancah global.

Adapun untuk memperluas akses pasar, katanya, Kemenperin terus berupaya untuk menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan. Salah satunya dengan menggencarkan promosi, termasuk melalui sejumlah pameran berskala internasional.

Pihaknya telah memfasilitasi sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan untuk ikut serta pada ajang Hong Kong Jewellery and Gem Fair 2019. Sebanyak enam pelaku IKM perhiasan nasional yang hadir di pagelaran pada 18-22 September 2019 itu Yani Silver, Dian Silver, Ragendamop Jewellery, P3GAI, Vite Jewellery dan Prato.

“Dengan terus gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik,” kata Gati.

Dia optimistis ajang tersebut membuka peluang bagi para pelaku IKM perhiasan nasional untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar eskpornya. Hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini guna memacu devisa dan menekan defisit neraca perdagangan.

“Apalagi, kita didukung dengan kondisi perekonomian yang cukup stabil dan perbaikan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, pemerintah sedang fokus mendorong pengembangan sektor industri melalui berbagai kebijakan seperti kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin, perhiasan

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top