Siaga Gempa Susulan, Ditjen Perhubungan Laut Imbau UPT Waspada

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menginstruksikan agar unit pelaksana teknis (UPT) yang berada di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga terhadap bencana yang tidak bisa diprediksi.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:57 WIB
Siaga Gempa Susulan, Ditjen Perhubungan Laut Imbau UPT Waspada
Sejumlah kapal siap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menginstruksikan agar unit pelaksana teknis (UPT) yang berada di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga terhadap bencana yang tidak bisa diprediksi.

“Khusus untuk UPT di Ambon dan Labuan Bajo, saya minta agar terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG], Badan SAR Nasional [Basarnas], dan instansi lainnya untuk memonitor pascagempa serta bersama-sama menyatukan langkah dalam melakukan penanganan pascagempa,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo Kamis (26/9/2019).

Dia pun berharap tidak ada lagi gempa susulan di Ambon maupun di Labuan Bajo dan Indonesia selalu dalam kondisi aman dan kondusif.

Sebelumnya, dua gempa mengguncang dua wilayah Indonesia dalam waktu yang hampir bersamaan pada Kamis (26/9/2019) pagi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitude 5,0 SR dan di Ambon, Maluku, dengan magnitude 6,8 SR. Pascagempa tersebut, kondisi pelabuhan di kedua wilayah dilaporkan aman dan masih beroperasi normal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon Yefri Meidison menyatakan, saat ini pelayanan di Pelabuhan Ambon tetap berlangsung walaupun masih tampak sepi oleh para pengguna jasa.

“Kami tetap menugaskan petugas piket untuk standby di pelabuhan agar pelayanan pelabuhan tetap berjalan,” ujar Yefri.

Terkait dengan dampak gempa, saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas pelabuhan apakah terdapat kerusakan signifikan.

“Gempa di Ambon pagi ini cukup besar yang mengakibatkan banyak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Namun di sisi lain, musibah gempa Ambon justru menjadi miniatur indahnya perbedaan dan keberagaman, di mana warga bahu membahu menolong warga lain yang mengungsi di dataran tinggi tanpa memandang suku, agama, dan ras” tuturnya.

Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Labuan bajo terpantau aman dan tetap beroperasi normal seperti biasa.

“Pascagempa, alhamdulillah kondisi infrastruktur dan personil di pelabuhan kami aman serta fasilitas pelabuhan dalam keadaan baik,” ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuan Bajo Dwikora.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, kementerian perhubungan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top