Korea Selatan Incar Geliat Infrastruktur Indonesia

KICT Construction Technology Fair menghadirkan 15 badan usaha Korsel yang bergerak pada sektor jasa konstruksi dengan berbagai spesialisasi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 September 2019  |  13:21 WIB
Korea Selatan Incar Geliat Infrastruktur Indonesia
Foto udara simpang susun KM 108 jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Sabtu (4/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT) menggelar pameran teknologi di Jakarta sebagai ajang perkenalan teknologi konstruksi asal Negeri Ginseng.

Para pelaku usaha Korea Selatan (Korsel) berharap bisa berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Vice President of KICT Kwon Sooahn mengatakan setiap tahun, pihaknya menggelar pameran guna memperluas jaringan di luar negeri. Di Indonesia, pameran bertajuk KICT Construction Technology Fair sudah berlangsung empat kali.

Pada tahun ini, KICT Construction Technology Fair menghadirkan 15 badan usaha Korsel yang bergerak pada sektor jasa konstruksi dengan berbagai spesialisasi. Selain pameran, terdapat 85 sesi pertemuan antar badan usaha (Business-to-Business meeting).

"Setiap tahun, kami membuat pameran di luar negeri untuk mencari buyer. Kami berharap bisa terus menjalin kerja sama dengan Indonesia dan seperti pepatah: berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau, Kami ingin membantu [pembangunan infrastruktur] Indonesia seperti berlayar sampai ke pulau," jelasnya dalam pembukaan pameran di Hotel Sheraton Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Pembangunan infrastruktur yang pesat dalam lima tahun terakhir membuat perusahaan asing kepincut untuk memasarkan produknya ke Indonesia.

Sebagaimana diketahui, dalam periode 2020-2024, investasi infrastruktur diperkirakan mencapai Rp6.455 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk anggaran pemindahan ibu kota negara (IKN), yang sebesar Rp466 triliun.

Perwakilan Asia Material Ltd Ryu Yongsun menyatakan Indonesia punya prospek yang menjanjikan sehingga pihaknya berniat memasarkan produknya ke Indonesia. Dia menyebut pihaknya sudah menjalin nota kesepahaman dengan perusahaan Indonesia untuk menjual produk peralatan konstruksi.

"Kami manufaktur yang memproduksi peralatan untuk pembangunan terowongan," ujar Ryu.

Dia menerangkan peluang penjualan tetap terbuka karena Indonesia berniat membangun terowongan pada sejumlah proyek infrastruktur. Dalam catatan Bisnis, pembangunan terowongan bakal dilakukan pada sejumlah proyek tol seperti Trans Sumatra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, investasi korsel

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top