Ambon Diguncang Gempa 6,8 SR, Fasilitas Pertamina Beroperasi Normal

PT Pertamina (Persero) memastikan sarana dan fasilitas terminal BBM, depot pengisian pesawat udara (DPPU), dan SPBU Pertamina di wilayah Maluku, khususnya Ambon dan Masohi dalam kondisi aman dan dapat beroperasi normal pasca terjadi gempa berkekuatan 6,8 skala Richter (SR).
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:23 WIB
Ambon Diguncang Gempa 6,8 SR, Fasilitas Pertamina Beroperasi Normal
Logo Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memastikan sarana dan fasilitas terminal BBM, depot pengisian pesawat udara (DPPU), dan SPBU Pertamina di wilayah Maluku, khususnya Ambon dan Masohi dalam kondisi aman dan dapat beroperasi normal pasca terjadi gempa berkekuatan 6,8 skala Richter (SR).

Gempa yang diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 5,6 SR tersebut berpusat di 40 kilometer (km) arah timur laut Ambon atau berlokasi di dasar laut dengan kedalaman 10 km sekitar pukul 08.46 dan 11.41 WIT, Kamis (26/9/2019).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero) Brasto Galih Nugroho menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di seluruh wilayah operasional Pertamina Maluku, khususnya di wilayah Ambon dan Masohi yang paling dekat dengan pusat gempa.  

Dia menjelaskan Emergency Crisis Respond Team (ECRT) di terminal BBM Wayame dan Masohi dalam keadaan siaga dan sudah melakukan pemeriksaan fisik sarana dan fasilitas, sumur pantau, melakukan pengecekan ulang semua tangki timbun, serta melaksanakan patroli perairan untuk memastikan tidak ada kerusakan di area dermaga.

“Seluruh sarfas [sarana dan fasilitas TBBM, DPPU dan SPBU di wilayah Ambon dan Masohi dilaporkan tidak mengalami kerusakan, baik infrastruktur bangunan maupun fasilitas penyaluran di lapangan. Hanya kerusakan minor di dermaga terminal BBM Wayame saat guncangan gempa terjadi, namun sudah teratasi sehingga operasional siang hari ini [Kamis (26/9/2019] telah berjalan normal kembali,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis (26/9/2019).

Operasional telah berjalan dengan normal mulai pukul 13.00 WIT setelah sempat dihentikan sementara untuk pengamanan dan evakuasi ke lokasi yang aman.  

“Untuk SPBU juga telah beroperasi melayani kembali konsumen. Hanya satu SPBU di wilayah Tulehu yang berhenti beroperasi sementara karena lokasinya dekat dengan episentrum gempa sehingga masyarakat masih mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, gempa

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top