Bappenas Konsultasikan RPJMN 2020-2024 dengan BUMN

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan BUMN menjadi salah satu andalan untuk mendorong sumber pertumbuhan 2020-2024.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 September 2019  |  10:49 WIB
Bappenas Konsultasikan RPJMN 2020-2024 dengan BUMN
Presiden Joko WIdodo (kanan) menerima buku rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas kembali menggelar konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke Badan Usaha Milik Negara setelah berkonsultasi dengan Kamar Dagang dan Industri.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan BUMN menjadi salah satu andalan untuk mendorong sumber pertumbuhan 2020-2024.

Salah satu upaya yang didorong dalam 5 tahun ke depan adalah penguatan industri dan teknologi.

"Salah satu peluang yang bisa dilakukan BUMN adalah hilirisasi industri," jelas Bambang di Ritz Carlton Mega Kuningan, Kamis (19/9/2019).

Selain itu, dalam konsultasi publik RPJMN 2020-2024, Bambang menyebut ada banyak peluang bagi BUMN pada proyek infrastruktur, dan energi terbarukan dalam 5 tahun ke depan. Dua sektor ini, menurut Bambang, bisa mempercepat terbangunnya ekonomi di tingkat lokal.

Bambang pun menyatakan sebagai contoh Bappenas meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbahan bakar bambu yang dibangun untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) yang telah beroperasi di Pulau Siberut dengan kapasitas 1.300 kW.

PLTBm dibangun di tiga desa, yaitu Saliguma Madobag, dan Matotonan, memiliki total kapasitas 700 kW untuk 1.233 Kepala Keluarga.

Dia menilai potensi penghematan yang akan diperoleh dari PLTBm dibandingkan dengan PLTD adalah Rp14 miliar per tahun.

Selain penghematan, pendapatan masyarakat juga meningkat dengan adanya pembelian bambu dari kebun masyarakat setempat dan penyerapan tenaga kerja sebesar Rp2 miliar per tahun.

Bambang mengatakan, pembangunan tiga PLTBm ini mengusung konsep Three in One Development.

Pertama, PLTBm menyediakan energi listrik untuk daerah yang sama sekali belum teraliri listrik. Dengan pembangunan pembangkit ini, Indonesia dapat menambah rasio elektrifikasi nasional.

Kedua, PLTBm menjadi salah satu upaya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya tenaga biomassa yang masih belum banyak dikembangkan. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan target 23% EBT dalam bauran energi sebelum 2025.

Ketiga, pembangunan PLTBm ini juga bagian pembangunan daerah 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar.

Untuk itu, Bambang mengajak semua pelaku pembangunan untuk mendukung inovasi sejenus PLTBm ini agar mampu mewujudkan upaya mengurangi penggunaan BBM dan energi fosil lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rpjmn

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top