Bappenas Jamin Ada Profit dalam KPBU

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberi jaminan kepada swasta menerima profit jika terlibat dalam Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 September 2019  |  10:43 WIB
Bappenas Jamin Ada Profit dalam KPBU
Bappenas menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 di Hotel Double Tree, Jakarta, Rabu (24/7 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberi jaminan kepada swasta menerima profit jika terlibat dalam Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan dalam konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke Kamar Dagang dan Industri, melalui KPBU swasta dipastikan akan menerima profit.

"Nanti dalam skema KPBU hanya akan ditawarkan dengan tingkat pengembalian yang sesuai dengan ekspektasi swasta," kata Bambang di Ritz Carlton Kuningan, Rabu (18/9/2019).

Dia menegaskan, jika realisasi dari proyek masih kurang dari target awal, pemerintah tetap akan memberi imbal hasil sesuai kesepakatan tender dengan swasta.

"Misal proyek itu hasilnya kurang maka pemerintah ada availability gap fund. Apapun pemerintah memberikan jaminan," jelas Bambang.

Dia memerinci imbal hasil atau keuntungan bagi swasta semua akan disepakati secara transparan sesuai dengan feasibility studies masing-masing proyek.

"Feasibility Studies dari pemerintah, dengan memperhatikan saran swasta. Jadi setiap proyek [nilainya] pasti berbeda," ungkap Bambang.

Dalam kesempatan itu Bambang juga menyatakan pembangunan 5 tahun ke depan. Apalagi, dalam 5 tahun ke depan, pembangunan Indonesia tidak hanya akan mengandalkan APBN.

Melalui konsultasi ini, Bambang berniat memberikan gambaran tantangan ekonomi 5 tahun ke depan, serta peluang investasi dalam proyek pembangunan. Dia berharap konsultasi ini membuat swasta bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan.

Selain itu, cara ini juga merupakan strategi pemerintah dalam mendorong investasi swasta dalam negeri guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah resesi global akibat perang dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rpjmn

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top