B.J. Habibie Layak Jadi Bapak Supply Chain Indonesia

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan visi, gagasan, inisiatif, sertadan tindakan riil Habibie sejalan dengan berbagai konsep rantai pasok yang sedang berkembang saat ini. 
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 12 September 2019  |  16:36 WIB
B.J. Habibie Layak Jadi Bapak Supply Chain Indonesia
Presiden ketiga RI B.J. Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia ketiga B.J. Habibie dinilai sangat layak diangkat sebagai Bapak Supply Chain Indonesia karena berbagai visi, gagasan, dan tindakan riil yang dilakukannya dalam mengembangkan sektor transportasi dan logistik di Indonesia.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan visi, gagasan, inisiatif, sertadan tindakan riil Habibie sejalan dengan berbagai konsep rantai pasok (supply chain) yang sedang berkembang saat ini. 

"Inisiatif dan gagasan beliau terhadap industri logistik dan transportasi, terutama terkait konektivitas multimoda tidak hanya ada saat beliau menjadi pejabat negara, baik sebagai menteri, wakil presiden, presiden, dan jabatan strategis lainnya, tetapi jauh sebelum itu," katanya melalui siaran pers, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, Habibir telah berjasa besar karena meletakkan fondasi yang kokoh dalam berbagai aspek, terutama demokrasi, ekonomi, dan teknologi. 

Berbagai inisiatif dan program Habibie selama mengabdikan diri sebagai pemerintah, seperti pengembangan industri dirgantara melalui pengembangan PT Nurtanio, industri kelautan melalui pengembangan galangan kapal nasional PT PAL, serta inisiatif Habibie dalam industri otomotif nasional, merupakan bukti nyata dalam mendukung konektivitas moda transportasi. 

Bagi pelaku bisnis logistik, tutur Yukki, gagasan Habibie merupakan cikal bakal dan fondasi dalam pengembangan supply chain nasional. 

"Konektivitas multi moda transportasi merupakan faktor kunci konsep supply chain dalam bisnis logistik," ujarnya. 

Kepedulian Habibie terhadap industri logistik nasional juga tercermin jelas dalam kesediaannya membuka secara langsung Musyawarah Nasional (Munas 2) Gafeksi pada 1998.

Dalam kata sambutannya saat itu, Habibie secara implisit menjelaskan soal arah perkembangan industri logistik yang mengarah pada konsep supply chain yang menempatkan peran transportasi multimoda sangat penting. 

Habibie saat itu mengingatkan soal kemajuan teknologi yang akan memengaruhi perjalanan bisnis logistik. Dia pun mengingaykan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, termasuk dalam sektor logistik, sehingga memiliki daya saing.

"Otomasi di dunia logistik saat ini tak bisa dilepaskan dari gagasan pengembangan lmu pengetahuan dan teknologi yang sangat gencar dilakukannya," kata Yukki.

Menurut dia, pengembangan ALFI institut yang merupakan training center bagi sumber daya manusia industri logistik nasional juga tidak terlepas dari arahan Habibie terkait pengembangan sumber daya manusia saat Munas tersebut. Menurut Yukki, ada banyak pemikiran dan gagasan Habibie yang perlu ditindaklanjuti. 

"Bagi kami pelaku sektor transportasi dan logistik, jasa beliau sangat besar.  Penerapan konsep supply chain saat ini tak terlepas dari jasa beliau."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alfi, bj habibie

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top