Ini Tips Membeli Rumah Baru

Banyak yang menilai, membeli rumah bukanlah perkara yang mudah. Sebab dibutuhkan kedisiplinan dalam mengatur keuangan pribadi untuk memiliki rumah baru.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 06 September 2019  |  18:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Banyak yang menilai, membeli rumah bukanlah perkara yang mudah. Sebab dibutuhkan kedisiplinan dalam mengatur keuangan pribadi untuk memiliki rumah baru.

Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membeli rumah. Contoh sederhana adalah adalah mengatur pengeluaran bulanan dan menentukan harga rumah yang bakal dibeli.

"Selagi anda masih memiliki penghasilan, wujudkan impian untuk memiliki rumah tinggal. Siapkan keuangan anda agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Ingat, penyesalan selalu datang belakangan. Setiap langkah yang anda ambil hari ini akan turut berperan dalam menentukan masa depan anda," tulisnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/9/2019).

Katarina menambahkan, ada empat tips yang perlu dilakukan untuk membeli rumah impian. Berikut tips yang disampaikab oleh Katarina:

1. Perbaiki arus keuangan
Mulailah dengan mengatur semua keuangan Anda. Jika ingin membeli rumah dengan cara kredit melalui bank, maka pastikan pembayaran utang dalam kondisi lancar.

Ini karena setiap pengajuan kredit ke bank, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR), harus melalui proses pengecekan di Bank Indonesia (BI checking) untuk menentukan kelayakan calon debitur. Jika nama Anda masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia, pengajuan kredit Anda akan otomatis ditolak.
 
Lunasi semua utang , baik utang konsumtif maupun produktif, sebelum mengambil KPR. Jika calon pembeli rumah masih menanggung utang lainnya, seperti ke bank, teman, atau saudara, kemungkinan besar cash flow  bakal terganggu untuk mengangsur KPR. Umumnya cicilan KPR cukup besar, bisa mencapai sekitar 30%, atau bahkan lebih besar, dari penghasilan bulanan Anda.

2. Tentukanlah nilai rumah yang akan dibeli
Langkah ini sangat penting. Jangan sampai anda menjadi house poor, menghabiskan sebagian besar porsi penghasilan anda untuk pembelian rumah yang berimbas pada kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Rumah pertama yang akan Anda beli dan tempati jangan dianggap sebagai instrumen investasi.  Tujuan utama Anda membelinya karena membutuhkan tempat tinggal, bukan untuk investasi. Pilih rumah yang sanggup Anda beli.

Untuk menghindari house poor, cicilan KPR sebaiknya dibatasi maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Jika penghasilan bersih Anda Rp 10 juta/bulan, cari rumah dengan cicilan maksimal Rp3 juta/bulan. 
 
3. Menyiapkan uang muka
Untuk membeli rumah pertama dengan menggunakan KPR, dibutuhkan uang muka atau down payment (DP) minimal 20% dari harga rumah. Semakin besar DP yang Anda setorkan di awal, akan semakin ringan beban cicilan bulanan Anda.

Tentukan jumlah yang harus dikumpulkan dan kapan akan digunakan sebelum menyisihkan uang untuk membayar DP. Dengan memiliki target yang jelas, Anda akan lebih termotivasi dan disiplin mengumpulkan dana, serta tahu persis jumlah yang masih harus Anda kumpulkan.
 
Idealnya, DP dikumpulkan dalam periode satu atau dua tahun. Jika lebih dari itu, harga rumah akan semakin tinggi dan mungkin tidak lagi mampu untuk dibeli . 
 
Dalam menyiapkan DP, alokasikan minimal 30% dari penghasilan bulanan Anda. Ini sekaligus menjadi sarana latihan bagi Anda dalam mencicil KPR. Selain mengandalkan penghasilan bulanan, Anda juga sebaiknya memanfaatkan THR dan bonus yang Anda terima untuk menyiapkan dana DP. 
 
4. Simpan uang muka dalam reksa dana
Ketika anda menyimpan uang untuk pembayaran DP, hindari berinvestasi di pasar saham - dengan uang yang ditargetkan akan digunakan dalam satu atau dua tahun ke depan. Investasi di pasar saham memang berpotensi untuk memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya, tetapi sangat berfluktuasi dan risikonya sangat tinggi jika dananya ingin digunakan dalam jangka pendek.

Sebaliknya, gunakan reksa dana pasar uang yang cocok untuk menyimpan dana investasi dalam jangka pendek. Selain memiliki tingkat risiko yang sangat rendah, reksa dana pasar uang juga likuid, bebas biaya transaksi, dan memberikan potensi imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan tabungan dan deposito.

Sebagai ilustrasi, reksa dana Manulife Dana Kas II (MDK II) memiliki imbal hasil sebesar 5,91% dalam setahun terakhir. Angka tersebut net, tidak ada potongan pajak lagi, karena reksa dana bukan objek pajak. Selain itu, investasi di reksa dana MDK II dapat dilakukan dengan dana yang sangat terjangkau, yaitu minimal Rp10 ribu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah, tips keuangan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top