Ini Dia Investor yang Tertarik Garap Potensi Migas di Sumatra

Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan investor minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat, EOG Resources Inc, berminat untuk menggarap potensi cadangan migas di Sumatra Utara dan Sumatra bagian tengah.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 September 2019  |  19:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan investor migas asal Amerika Serikat, EOG Resources Inc., berminat untuk menggarap potensi cadangan migas di Sumatra Utara dan Sumatra bagian tengah.

EOR Resources Inc, merupakan salah satu pemain besar shale gas di Amerika Serikat. Tahun lalu, berdasarkan informasi resmi yang dikutip dari situs EOG Resources, tahun lalu perusahaan ini berhasil memproduksi 262 juta barel setara minyak (MMBOE).

Kepala Divisi Perencanaan Ekplorasi SKK Migas Shinta Damayanti mengatakan bahwa ketertarikan EOG Resources untuk meggarap blok migas nonkonvensional jenis shale gas/oil di Indonesia, diketahui setelah SKK Migas melakukan rangkaian acara road show di luar negeri.

Pihaknya menawarkan wilayah potensial yang diperkirakan memiliki cadangan migas dalam jumlah besar (giant discovery).

"Salah satunya kami undang EOG. Dia pemain terbesar shale gas di AS. Dia sudah memperhatikan Indonesia, jadi waktu kita minta mereka untuk datang, mereka sudah langsung pilih Sumatra Utara dan Sumatera Tengah," katanya di sela acara The 43rd Convex, Jumat (6/9/2019).

Bulan lalu, lanjut Shinta, perwakilan teknis EOG Resources telah datang ke Indonesia dan melihat data mengenai lapangan migas yang telah dipublikasikan. EOG Resource telah melihat data terkait studi seismik, geologi dan geofisika (G&G) lalu kondisi sumur di lapangan.

EOG Resources diketahui sudah lama membidik bisnis hulu migas di Indonesia. Sayangnya, akibat keterbatasan data resmi yang dapat diakses, mereka sulit mendapatkan data dari potensi migas yang diincar.

Terkait dengan potensi shale gas di Sumatra, EOG Resources tertarik dari publikasi yang sudah ada, dan sudah mengetahui bahwa ada potensi migas di Sumatera Utara dan Sumatra bagian tengah.

Sayangnya, Shinta belum dapat memastikan apakah EOG Resources ini akan lanjut mengucurkan dana di Indonesia. Hanya saja, dia menambahkan perusahaan migas ini dapat mengajukan rencana studi bersama maupun mengikuti lelang terbuka yang digelar oleh pemerintah.

“Atau bisa juga juga dengan partnership dan lain-lain. Kan di sana [Sumatra Utara] ada Pertamina punya Blok Rokan, kan bisa ke situ juga. Jadi potensi [migas] itu sudah kami bagi, bahkan kami kenalkan juga ke Pertamina,” tuturnya.

Pada tahun lalu, EOG memproduksi minyak sebanyak 400 MBbld, gas alam cair (LNG) sebanyak 116 MBbld, dan gas bumi 1.219 MMcfd. EOG Resources yang melantai di bursa efek New York ini, juga beroperasi di Trinidad dan China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas, investor, sumatra

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top