Berumur 3 Pekan, Okupansi Jalur Cianjur-Ciranjang 56 Persen

Tingkat keterisian penumpang kereta api di jalur Cianjur-Ciranjang berkisar 56 persen sejak jalur itu direaktivasi mulai 30 Juli 2019.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  17:11 WIB
Berumur 3 Pekan, Okupansi Jalur Cianjur-Ciranjang 56 Persen
Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) memadatkan batuan kerikil pada proyek reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cianjur di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, CIANJUR - Tingkat keterisian penumpang kereta api di jalur Cianjur-Ciranjang berkisar 56 persen sejak jalur itu direaktivasi mulai 30 Juli 2019.

Berdasarkan data Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang naik KA Siliwangi di Stasiun Ciranjang hingga 19 Agustus sebanyak 14.458 orang atau okupansi 56,8 persen. Adapun jumlah penumpang turun 13.885 orang atau 54,6 persen.

"Targetnya itu sebanyak mungkin. Semakin banyak penumpang, PT KAI akan menyediakan rangkaian lebih banyak lagi," ujar Kepala Balai Kereta Api Wilayah Jawa Bagian Barat Achyar Pasaribu saat meninjau jalur Cianjur-Ciranjang, Senin (26/8/2019).

Dia melihat jalur Cianjur-Ciranjang prospektif karena di sekitarnya banyak objek wisata, seperti situs megalitikum Gunung Padang, Curug Cikondang, Kampung Budaya Pandanwangi, dan demplot ayam pelung di Warungkondang.

Berdasarkan pantauan Bisnis, para penumpang dari Sukabumi umumnya ingin menjajal jalur lama ke Ciranjang yang baru dibuka itu. Demikian pula dengan penumpang dari Ciranjang ke Sukabumi.

Harga tiket Sukabumi-Ciranjang yang hanya Rp3.000 membuat minat warga sepanjang jalur Sukabumi-Ciranjang kain besar. Penumpang biasanya rombongan keluarga.

Kepala Stasiun Ciranjang Muchamad Maulana menyebutkan jumlah penumpang di Stasiun Ciranjang pada hari kerja berkisar 300-500 orang. Para penumpang umumnya warga Ciranjang yang bekerja di Cianjur dan Sukabumi.

"Jumlah penumpang naik drastis ketika akhir minggu dan tanggal merah, bisa 1.000 sampai 1.300 orang," katanya.

Jalur Cianjur-Ciranjang sepanjang 15 km merupakan perpanjangan dari jalur Sukabumi-Cianjur sepanjang 38 km. Jalur yang sudah puluhan tahun tidak aktif itu adalah bagian dari rencana untuk menghidupkan lagi jalur kereta api Bogor-Bandung.

Menurut rencana, dari Ciranjang, jalur akan disambung lagi ke Cipatat. Di Cipatat yang kontur tanahnya curam dan labil, Ditjen Perkeretaapian akan membuat shortcut berupa jembatan menuju Cilame. Dari Cilame, jalur akan diteruskan hingga Padalarang.

"Tahun ini, [pembangunan] sampai Cipatat. Akhir tahun selesai, disambung dengan pengujian, sertifikasi. Awal 2020 atau pertengahan kami bisa mengoperasikan itu [jalur Ciranjang-Cipatat]," kata Achyar.

Pemerintah memperkirakan jalur Bogor-Bandung bisa beroperasi pada 2023 atau 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt kai

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top