Strategi Pertamina Untuk Menahan Laju Penurunan Produksi Perlu Diuji

Delapan proyek tersebut meliputi kegiatan EOR di lapangan Tanjung, Sukowati, Rantau, Sago, Ramba, Jirak, Limau dan Jatibarang.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:59 WIB
Strategi Pertamina Untuk Menahan Laju Penurunan Produksi Perlu Diuji
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamin (Persero) belum menunjukkan hasil delapan proyek pengurasan minyak tahap lanjut atau Enhanced Oil Recovery (EOR), untuk menahan laju penurunan produksi minyak.

Delapan proyek tersebut meliputi kegiatan EOR di lapangan Tanjung, Sukowati, Rantau, Sago, Ramba, Jirak, Limau dan Jatibarang. Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengklaim sejak April 2019, Pertamina telah membentuk Steering Committee EOR Pertamina dan melibatkan diskusi dengan SKK Migas dan ahli-ahli eksternal.

Menurutnya, pilot EOR polymer di Lapangan Tanjung telah menunjukkan hasil yang positif. “Sebagai kelanjutannya telah ditandatanganinya pokok-pokok kesepahaman antara Pertamina dan Repsol dalam pengelolaan EOR di lapangan Tanjung untuk full scale-nya, termasuk implementasi EOR Surfactant-Polymer,” katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019).

Proyek EOR yang dilaksanakan oleh Pertamina antara lain meliputi implementasi EOR surfactant polymer dan CO2 flooding. Untuk EOR di Tanjung, Dharmawan memperkirakan dalam 2 sampai 3 tahun ke depan produksinya bisa naik 4 hingga 5 kali lipat dari produksi saat ini.

Di sisi lain, Lapangan Jirak dan Rantau saat ini sedang dalam tahap implementasi full scale waterflood. “Bersamaan dengan hal tersebut dilakukan studi aplikasi chemical surfactant untuk implementasi EOR,” tambahnya.

Terkait dengan CO2 flooding, Pertamina masih melakukan studi di beberapa lapangan yaitu Jatibarang, Sukowati dan Ramba. Dharmawan menambahkan bahwa Lapangan Sukowati direncanakan merupakan lapangan aplikasi CCUS (Carbon Capture Utilization & Storage) pertama di Indonesia dengan memanfaatkan CO2 yang dihasilkan dari lapangan Jambaran - Tiung Biru (JTB).

“Implementasi EOR Pertamina memang dimulai di lapangan migas yang dikelola Pertamina EP. Dan kini, kami sudah mulai memperluas ke wilayah kerja PHE,” ujarnya.

Untuk wilayah kerja PHE, sedang dilakukan studi di lapangan Zulu dan E-Main di PHE ONWJ. Selain itu di lapangan Batang yang dioperasikan oleh PHE Siak dalam waktu dekat akan dilakukan pilot project EOR Steam Flooding.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top