Perluasan Ganjil Genap Dorong Penjualan Properti

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan menjelaskan bahwa adanya perluasan sistem ganjil genap bagi kendaraan roda empat bisa mendorong geliat industri properti di Jakarta.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:20 WIB
Perluasan Ganjil Genap Dorong Penjualan Properti
Perluasan ganjil genap di DKI Jakarta. JIBI/Bisnis - Aziz Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA --  Perluasan sistem ganjil genap untuk kendaraan roda empat di 25 ruas wilayah Jakarta diprediksi menstimulus pasar untuk menyerap hunian yang memiliki jarak dekat ke pusat transportasi umum atau hunian transit oriented development (TOD).

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan menjelaskan bahwa adanya perluasan sistem ganjil genap bagi kendaraan roda empat bisa mendorong geliat industri properti di Jakarta. 

“Pembatasan kendaraan roda empat bisa menyebabkan pencari hunian di Jakarta untuk memilih rumah atau apartemen yang dekat dengan sarana transportasi umum baik MRT, commuterline, maupun TransJakarta agar tidak mengalami hambatan lalu lintas dalam aktivitasnya sehari-hari,” tuturnya melalui siaran resmi, Selasa (20/8/2019).

Perluasan sistem ganjil genap yang berlaku bagi kendaraan roda empat ini dilakukan karena adanya tersedianya transportasi umum di wilayah tersebut.

Adapun rute Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta berada di koridor Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan MH Thamrin. Sementara untuk beberapa ruas jalan lainnya, telah dilayani oleh jaringan bus TransJakarta dengan jalur khusus (dedicated lane) yang bisa diakses masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan pasar properti DKI Jakarta yang sempat stagnan dalam 1 tahun terakhir. Sebaliknya, dari sisi supply, lanjut Ike, terjadi penurunan pada properti residensial di DKI Jakarta, sehingga menstimulus adanya kenaikan harga.

Berdasarkan Rumah.com Property Index, indeks harga properti di DKI Jakarta berada pada angka 131,1 atau naik 2 persen (q-o-q). Kenaikan ini jauh di atas rata-rata kenaikan per kuartal sepanjang 2018, sebesar 0,2 persen. Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial di DKI Jakarta sebesar 4 persen. Kenaikan secara tahunan ini masih sama dengan tahun lalu.

“Adanya penurunan suplai properti di Jakarta dan aturan pembatasan kendaraan roda empat diperkirakan bisa meningkatkan harga properti khususnya apartemen yang berlokasi di dekat sarana transportasi umum, baik MRT, LRT maupun TransJakarta,” lanjutnya.

Setelah MRT resmi beroperasi pada April lalu, kini Lintas Rel Terpadu (LRT) menjalani uji coba sejak Juni 2019, di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Pulomas serta Rawamangun di Jakarta Timur.

Ike mengatakan bahwa kenaikan indeks properti di DKI Jakarta didorong oleh kenaikan di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Jakarta Selatan, yang dilintasi MRT, mengalami kenaikan hingga 2 persen (q-o-q), sedangkan Jakarta Utara mengalami kenaikan hingga 3 persen (q-o-q), di antaranya didukung adanya uji coba LRT Kelapa Gading. Jakarta Timur mencatatkan kenaikan terendah secara kuartalan, yakni 0,33 persen.

Meski demikian, kenaikannya per tahun mencapai 12 persen. Ike menuturkan bahwa hal ini disebabkan adanya moda transportasi LRT, yang membentang hingga Cibubur, serta sejumlah proyek jalan tol yang berdampak pada harga sejak tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, penjualan properti, ganjil genap

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top